Brother and Sister Vacation: Ancol EcoPark

Sebenarnya, hari Minggu kemarin, saya beserta abang dan mama pergi liburan ke Ancol. Bapak gak ikutan, alasannya males dan takut macet.

Dari rumah ke Ancol memakan waktu satu jam, masuk Ancol langsung nanyain ke petugasnya dimana Ancol EcoPark-nya. Ternyata emang deket banget dari puntu masuknya. Petugasnya malah nebak kalau kami berencana nonton Fantastique. Bener banget, mbak! Pinter deh!

Ikutin petunjuk dari petugas Ancol, ternyata show pertama Fantastique tuh mulainya pukul 18.30, dan kami udah di Ancol pukul 16.00, niat sekali saudara-saudara. Muter-muter Ancol dulu, ternyata ngeliat pengumuman di screen Ancol, kalau Jember Fashion Carnival Parade-nya ada di Dufan :(. Nyesek juga pada mulanya, alamat ga nonton deh. Udah satu puteran, memutuskan untuk jalan-jalan di EcoPark aja, biar ga bosen, lagian pantai dan gondola pasti penuh banget.

Sebelumnya, kakak saya malah parkir di deket Atlantis, lumayan jauh lah dari pintu masuk EcoPark. Dikirain mau numpang tidur di mobil dulu, taunya mau markir mobil terus jalan kaki. Mobil pun lagsung dipindahkan ke bawah papan Ancol EcoPark, niatannya sih biar rada deketan, lagian di situ parkirannya juga rada manusiawi dan sepi. Setelah masuk ke EcoPark, ternyata pintu masuknya ada empat -___-. Yang pertama, pintu masuk utama (tempat parkir mobil saya) di daerah bekas pintu masuk padang golf, yang kedua ada di dekat Dufan, yang ketiga ada di dekat Pasar Seni, dan yang keempat ada di dekat pintu masuk utama. Pintu masuk Eco-Park cukup kecil, tapi tandanya gampang kok, kalau ada papan petunjuk warna biru tentang arah lokasi yang agak aneh (karena jalanannya kecil banget, mobil ga muat masuk), itu merupakan petunjuk masuk ke Eco-Park.

Ancol Eco-Park terletak di daerah yang dulunya adalah bekas Padang Golf Ancol. Kayaknya sih baru buka, soalnya masih ada tulisan ‘under construction’ di mana-mana. Bekas padang golfnya juga masih ada, di beberapa titik masih ditemukan tiang penanda hole, juga ada prasasti peresmian padang golf oleh Ali Sadikin. Walaupun masih baru, namun pohon di tempat ini rata-rata sudah tumbuh besar. Di beberapa pohon juga ditemukan papan petunjuk nama pohonnya. Yang banyak ditemukan sih pohon petai, mama malahan berpikir, kalau petainya sudah berbuah, mau dipetik. Lumayan, gratis :p. Di beberapa persimpangan juga ada peta petunjuk daerah Eco-Park yang terbagi menjadi empat, yaitu Eco-Care, Eco-Nature, Eco-Art, dan Eco-Energy. Di taman ini juga ada sungai buatan yang mengelilingi daerah konservasi binatang yang ada di tengah taman. Binatangnya ada banyak, yang saya kenal ada beberapa, yaitu angsa, kalkun, pelikan, dan rusa. Enaknya lagi, di Eco-Park kita boleh nginjek rumput dan piknik di atasnya, beda dengan kampus saya, kalau nginjek rumput sanksinya berat banget. Tempat sampah di lokasi ini sudah dibagi menjadi tiga, organik (warna hijau), anorganik (warna kuning), dan bahan bahan berbahaya (b3) (warna merah). Petugas kebersihannya juga suka keliling-keliling.

Ngeliat peta, langsung ke tenpat Fantastique buat beli tiket, biar nanti ga usah buru-buru buat ngantri tiket. Sepanjang jalan, agak bingung soalnya ada papan petunjuk redeem voucher Fantastique. Ternyata, ada paketan tiket Fantastique sama Dufan, semacam tiket terusan yang bisa dipakai pada hari yang sama. Beli tiket Fantastique-nya dilakukan di loket penjualan tiket yang terletak di bawah tulisan Fantastique yang gede banget. Abis beli tiket, lanjut jalan-jalan keliling EcoPark. Mama nawarin buat nyewa sepeda, tapi saya belom bisa naiknya -__-. Yaudah deh, akhirnya jalan bertiga mengelilingi EcoPark, sempet bikin orang ketipu juga soalnya jalan yang kami lalui banyak buntunya. Tanjakan jembatannya juga tinggi banget, rada repot buat naiknya, soalnya kemiringannya hampir 45 derajat, mungkin lebih, soalnya di bawah jembatan itu ada perahu yang bisa lewat dan perahunya cukup tinggi. Sepanjang jalan, angin sepoi-sepoi bertiup, jadi ngantuk euy. Sempet juga ngeliatin orang-orang yang jalan bawa anjingnya (semoga di EcoPark gak bakal ada peraturan dilarang membawa hewan peliharaan kayak di Car Free Day Jalan Dago), orang balapan naik sepeda, orang naik perahu, dan orang latihan nyetir pake mobil golf. Ada juga yang bela-belain buat lari sore. Sayang banget bokap gak ikutan, padahal beliau kan hobi banget jogging, apalagi kalau tempatnya enak.

Mendekati pukul 17.30, kembali ke pintu masuk Fantastique. Sambil nungguin, ada Elvis impersonator yang tampil, bagus sih suaranya. Tiba-tiba… Jember Fashion Carnival Parade-nya lewat dan tampil di depan Fantastique! Kereen banget! Mereka bawain lagu Can’t Take My Eyes Off You dan Nurlela pake marching band. Sayangnya kehalangan sama mobil parade, jadi gak keliatan banget. Langsung aja gw, nyokap, dan abang ngantri masuk di pintu sebelah kanan, karena yang kiri udah penuh banget. Ada kejadian lucu pas kami lagi ngantri, ada ibu dan anak ngantri depan nyokap, sempet liat juga sih, dia megang 8 tiket, terus ibu tersebut pindah ke belakang bentar, lalu ngajakin temen-temen lainnya buat nyelak antrian. Anaknya langsung ngingetin, ibunya malu, lalu mereka pindah ke belakang.

Gerbang Fantastique buka sekitar pukul 18.01. Langsung cari posisi enak buat nonton. Fantastique berbentuk open air space seperti di Dago Tea House, jadi gak ada nomor kursinya, cuna yang agak enak tuh bagian tengah. Petugasnya mengarahkan agar kami mengisi bagian tengah terlebih dahulu, supaya yang telat datang gak ribet nyari tempat duduk. Buat yang duduk di depan, siap-siap aja kebasahan, kalau yang tengah sih kalau beruntung baru basah, hahaha. Sebelum pertunjukan dimulai, ada petugas yang jualan minuman dan jagung, gw kirain gratisan kayak di Alcazar show, taunya bayar, untung ga jadi minta. Sepanjang show, ternyata tempatnya enak, ada angin sepoi-sepoi serasa di ruang ber-AC, untung gak ketiduran.

Pertunjukan dimulai pukul 18.30. Fantastique merupakan pertunjukan air mancur ajaib yang dipadukan dengan sinar laser dan teater yang berlangsung sekitar 35 menit. Cerita yang diangkat merupakan cerita Timun Mas versi modern, tapi tetap tidak meninggalkan nilai lokalnya. Di pertunjukan ini juga ditampilkan kebudayaan Indonesia melalui tarian dan nyanyian. Cerita Fantastique gimana sih? Nonton aja sendiri. Gak seru kalau diceritain disini.

Di akhir pertunjukan ada pertunjukan lagi dari Jember Fashion Carnival, akhirnya bisa liat tanpa kehalangan hehehe. Setelah selesai, penonton boleh foto bareng pemeran drama Fantastique gratis :) Seru banget, pokoknya! Nyokap juga bilang, kalau Fantastique tuh lebih seru dari Song of the Sea.

Itu aja cerita tentang ke Ancol EcoPark, kayaknya bakal sering kesini, kalau ada waktu dan duit.

Total biaya:

Tiket masuk Ancol : Rp 15.000,-

Tiket masuk EcoPark: gratis alias Rp 0,-

Tiket masuk Fantastique : Rp 60.000,-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s