itulah seninya (part 1)

Maaf yaaa kemaren ga ngepost soalnya ngedrop lagi. Entah mengapa pencernaan gw bermasalah lagi, mungkin bakterinya lagi beranak massal dan uji coba bikin bendungan kali.
Pagi ini gw bersyukur sama si Bos super baik karena gw ga jadi UTS (lagi). Sepertinya kuman di perut, dosen, dan si Bos udah kerjasama nih -__-.
Langsung aja ke topik hari ini. Seperti biasa, kata temen gw, orang bernama apulina priska** tuh tingkat sensitivitas dan derajat kesabarannya tinggi. Malahan kadang-kadang bisa seimbang. Contohnya hari ini. Ga sengaja gw baca twit orang, yang kayaknya nyindir gw, ga suka dengan keberadaan gw di dekat dia. pertama-tama emang agak kesel sih, tapi selanjutnya gw mikir, emang dia punya urusan apa sama gw? Toh yang dosa juga dia, ngapain nambah dosa. Pertama-tama emang susah sih, tapi dengan bantuan Si Bos semua lancar terkendali! Hal seperti ini udah biasa terjadi, sepertinya memang ada pihak yang kurang suka dengan kehadiran gw, atau menerima gw dengan terpaksa, tapi inilah hidup. Ga semua yang loe mau bisa loe dapet. Kadang-kadang loe diajar untuk bersyukur dengan jalan mendapat sesuatu yang enggak loe suka. Mungkin followers loe di twitter dikit banget, yang jawab mention loe ga ada, ga ada yang mau bantuin loe, sms loe ga dibales, ga ada yang mau sekelompok sama loe, ga ada yang mau nganterin loe pulang, atau ada yang ngomongin loe di depan atau belakang loe setiap hari. Tapi jangan gampang kesel atau pundung dulu. Nangis sih boleh aja, daripada ditahan terus sakit kan lebih bahaya. Bisa-bisa bukannya sembuh malah loe tambah parah, kan tadi disebutin kalo ekstrimnya gaada yang mau nolongin. Apalagi langsung menjauhi orang yang loe benci. Itu sangat-sangat tidak profesional. Malahan makin banyak yang benci sama loe. Nambah masalah namanya.
Lebih baik miliki hati yang lapang. Bermain cantik lah. Emang kita tau bahwa orang itu benci sama kita, tapi buktikan bahwa kita tidak seperti yang mereka kira. Bersikaplah biasa saja, seolah-olah tidak ada apa-apa. Kamu kan ‘berbeda’ dari dia.
To know someone means to love him/her. Bagaimana loe bisa bialng loe kenal orang tersebut tapi ga mengasihi dia? Bohong dong. Selain itu, mengasihi orang yang membenci kita merupakan hal terberat, tapi paling dahsyat. Pertanyaannya sekarang, bisa gak untuk mengasihi?

“Let me tell you why you are here. You’re here to be salt-seasoning that brings out the God-flavors of this earth. If you lose your saltiness, how will people taste godliness? You’ve lost your usefulness and will end up in the garbage. “Here’s another way to put it: You’re here to be light, bringing out the God-colors in the world. God is not a secret to be kept. We’re going public with this, as public as a city on a hill. If I make you light-bearers, you don’t think I’m going to hide you under a bucket, do you? I’m putting you on a light stand. Now that I’ve put you there on a hilltop, on a light stand—shine! Keep open house; be generous with your lives. By opening up to others, you’ll prompt people to open up with God, this generous Father in heaven.
Matthew 5:13-16 MSG

*didedikasikan buat sahabat saya yang sedang mengalami masalah seperti ini dan krisis kepercayaan terhadap sahabatnya
**emang apulina priska itu siapa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s