that’s how we spent weekend (part 1)

Cerita ini berawal dari keinginan saya dan teman saya untuk melakukan suatu hal yang cukup berbeda dari biasanya. Terinspirasi dari teman saya yang ini, saya melakukan hal yang sama dengan salah satu sahabat saya, sebut saja namanya B. Sebenarnya niatannya mau melakukan acara ini bareng-bareng, tapi mendadak pada ga bisa, jadilah saya dan dia melakukan ‘misi rahasia’ ini.

Perjalanan dimulai setelah mengerjakan UTS Gelombang yang hanya-Tuhan-dan-dosen-saya-yang-tahu-isi-kertas-saya. Sebenarnya agak ragu juga nanya ke B, takutnya dia udah merencanakan acara lain, maklumlah, dia orang sibuk dan saya (dipaksa jadi) pengangguran. Karena hanya kami berdua yang bisa (setelah membujuk yang lain), langsung saja kami menuju kawasan Ciumbeuleuit untuk melaksanakan misi pertama: merayakan selesainya UTS dengan makan daging dewa. Maklumlah, si B emang lagi ngidam makanan ini, jadi saya harus menemani. Setelah puas makan daging dewa, kami mempersiapkan diri untuk misi selanjutnya, Feed the Hunger!

Pertama-tama si B nanya ke ibu yang jaga tempat kami makan, dimana biasanya kami bisa menemukan anak jalanan. Si ibu gatau, jadi kami memutuskan untuk menyusuri Bandung. Mulai dari Cihampelas-Cipaganti-Sederhana-Cihampelas-Plesiran-… dan tiba-tiba si B teringat akan seorang anak pengemis yang pernah ditemuinya di depan BEC sedang memberi duit setoran untuk seseorang yang lebih dewasa darinya. Fakta yang mengerikan, memang. Akhirnya kami langsung menuju BEC. Untungnya (atau mungkin rencana Tuhan?) di perjalanan mencari tempat parkir kami bertemu dengan seorang anak dengan kondisi yang sama dengan kejadian yang pernah dilihat B. Dia langsung memarkir sepeda motornya, dan membeli makanan di tempat terdekat (karena curangnya saya udah persiapan duluan HAHAHA). Setelah itu kami langsung menyusuri Jalan Purnawarman mencari anak yang tadi kami lihat itu. Akhirnya KETEMU! Langsung kenalan dan ngajak makan deh :p.

Percakapan selama nemenin anak itu makan:

petunjuk:

A: anak yang dikasi makan (sebut saja namanya okta)
B: dia
C: saya
D: temennya anak yang dikasi makan (sebut saya namanya naufal)
E: kakaknya anak yang dikasi makan (sebut saja namanya tita)
F: ibunya anak yang dikasi makan

saya, dia, dan okta mencari tempat yang nyaman buat makan dan ngobrol. setelah itu makanan diserahterimakan dari dia ke okta.

B: sebelum makan baca doa dulu ya!
A: *berdoa*
B: pul, kasian juga ya~

terus anaknya makan.

B&C: ayo okta, makannya diabisin yaa~

pada saat itu, saya hampir menangis. gatau apakah teman saya juga demikian. lalu daripada bengong ngeliatin okta makan, kami ngobrol sama dia:

B: okta tinggalnya dimana?
A: di sukajadi
C: kesininya naik apa?
A: naik angkot
B: okta sekolah nggak?
A: iya
B: sekolah dimana?
A: di SD **** (emang saya lupa-C)
B: terus kalo kerja begini, belajarnya kapan?
A: *ga ngerti*
C: maksud aa yang ini, okta ngerjain PRnya kapan?
A: ntar malem, kalo udah pulang kerja
B: okta punya kakak atau adik nggak?
A: punya. kakak ada tiga, adik ada dua.
B: okta, kakak berdua ini dari itb, lho. okta tau itb, kan?
A: iya
B: makanya, okta belajar yang rajin, biar nanti bisa seperti kami, sekolah di itb.
C: *hanya mengamini*

pas hampir selesai makan, tiba-tiba kakaknya okta dan temennya okta dateng.

C: hayuk, mangga, sini sini~
D&E: *ikutan gabung*
C: mau susu nggak? (sambil ngasih susu)
D&E: *ngambil susu, si tita agak malu-malu dan si naufal semangat banget*
B: kenalan dong, namanya siapa nih?
E: saya tita, kakaknya okta, dan yang ini namanya naufal.
B: ayo ayo sini ngobrol. tapi sebelumnya foto dulu ya!
E: tapi jangan dimasukin ke koran ya a'.
B: iya iya~

lalu ibunya tita dan okta datang bergabung

B: ibu pasti ibunya tita dan okta ya?
F: iya, ini anak-anak saya nih, yang perempuan. yang lalaki mah anak orang.
B: biasanya kerjanya mulai jam berapa, bu?
F: kerjanya mulai jam 2, kan anak-anak pulang sekolah jam 1. abis itu sekitaran jam 5 pulang ke rumah
B: kalo gitu anak-anak kapan belajarnya bu?
F: belajarnya ya abis tiba di rumah.
karena hujannya rada tidak bersahabat, dan mungkin agak mencurigakan kalau kami kelamaan di situ, maka kami memutuskan untuk berpisah dengan rombongan 'pekerja' tersebut. sebelumnya saya dan dia memberikan makanannya okta.
B: ini bu, tadi makanannya si okta ga abis, dibawa pulang ya bu.
F: makasih ya teh, a', si okta emang makannya dikit

sebenarnya pas kami lagi ‘jalan-jalan’, agak gerimis gitu, tapi untungnya gak hujan deras. setelah itu kami kembali ke kosan kami masing-masing, kembali ke tugas yang setia menunggu kami.

ternyata Feed the Hunger seru juga ya! Saya dan dia berencana untuk melakukan hal serupa di lain waktu, mungkin, secara rutin?

quotes of the day:

Kalau kita berharap pada orang lain untuk membantu kita melakukan sesuatu, bisa saja orang itu mengecewakan kita, dengan tiba-tiba membatalkan janjinya, dan hal yang ingin kita lakukan tidak akan pernah terwujud. Lebih baik kita langsung bergerak tanpa mengharapkan bantuan orang lain.

-Agung Bimo Listyanu

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s