berisik!

sebenarnya hal ini terjadi pagi ini. entah mengapa mood saya lagi ga enak hari ini, jadi gampang banget marah.

pertama-tama, pagi ini saya pergi ke gereja saya yang di kawasan xxx. biasanya tiap hari minggu saya gereja bareng sama tetanggga (merangkap sodara pa) saya. cuma karena saya udah diuber-uber sama pendetanya, dan kebetulan saya juga sudah sedikit kuat untuk melakukan perjalanan jauh, hari ini saya ga bareng sama tetangga saya itu.

perjalanan dimulai dari dago pojok. seperti biasa, saya naik angkot sampai simpang dago. di tengah jalan, ada seorang wanita naik. tiga menit setelah wanita itu naik, saya mendengar ringtone dengan bunyi “I Love You” yang diucapkan oleh anak kecil. suaranya lumayan cempreng. Pertama-tama saya memaklumi, tapi tiga menit kemudian suara itu berbunyi kembali. sampai simpang dago, saya berpisah dari wanita tersebut karena saya harus naik angkot yang lain. tetapi tiba-tiba wanita itu naik angkot yang sama dengan saya. dan selama lima belas menit perjalanan simpang dago-ip saya harus bertahan mendengar suara tersebut dengan selang waktu kurang dari satu menit. gak nahan booo~

akhirnya saya tiba juga di gereja. telat sepuluh menit. pertama-tama, situasi aman terkendali, hanya tingkat sensitivitas telinga harus sedikit adaptasi, biasanya gereja bareng tetangga cuma diiringi piano, sekarang full band🙂 dan tibalah saat khotbah. disini ujian berlangsung. pada saat pendetanya khotbah, ada anak kecil jalan-jalan di ruang ibadah. terus ada anak kecil teriak jejeritan sepanjang ibadah sampe ibadahnya selesai. kalau dibandingkan, intensitas suara pendetanya (yang bicara pake mike) dibandingkan intensitas anak kecil yang teriak (ga pake mike) masi jauh lebih kenceng anaknya. otomatis gw ga konsen ibadah karena gw ga biasa diganggu dengan teriakan selama itu (sekitar sejam lah), udah gitu orangtuanya terkesan tenang-tenang aja. pertanyaannya adalah kenapa anak itu ga ikutan di sekolah minggu? dengan perasaan kesal (maaf ya Tuhan aku hari ini beneran ga sejahtera dan ga konsen) gw tahan-tahan aja, karena ga mungkin gw marah-marah di sana dan gw kesana sendirian, bo. akhirnya ibadahnya selesai, dan anak itu terus menjerit. udah gitu abis ibadah ada pengumuman, artinya ibadahnya tambah laama. sedihnya perut gw tercinta tiba-tiba perih dan menandakan gw harus segera pulang, karena kalau dibiarkan bisa berbahaya. yaudah deh gw langsung capcus, bodo amat diamukin ama pendetanya (karena gw udah diuber dari tiga bulan lalu), yang penting kesehatan gw harus diamankan dulu.

saya orangnya terlalu mudah trauma. melalui kejadian ini saya jadi tambah males ke sana untuk sementara, paling tidak dalam waktu yang cukup lama. selain itu saya baru sadar kalau saya belum sembuh total. mungkin kalau ayah saya ada urusan ke sana, saya akan mencari alasan untuk menghindar, daripada stres lagi. maaf ya Tuhan, hari ini aku gagal tes dan jadi gak sejahtera seharian😥

udah ah, sekian dulu ceritanya. untuk sementara, jangan berisik dulu. saya lagi terlalu sensitif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s