what He taught me (part 2)

Ceritanya dalam kepanitiaan wisudaan kali ini, saya mendaftar menjadi divisi LO. kenapa bukan publikasi seperti biasa, atau konsumsi? karena saya ingin merasakan sensasi berbeda dalam kepanitiaan. ada saatnya saya bekerja di belakang layar, ada saatnya saya berinteraksi secara langsung dengan yang menjadi pusat acara kali ini. kepanitiaan TERRA merupakan kepanitiaan kedua dimana saya mengambil bagian berinteraksi dengan pusat acaranya.

orang yang saya LO-kan namanya bang cece (disamarkan, sesuai permintaan yang bersangkutan, demi keselamatan umat manusia, katanya). sebenarnya pada saat memilih orang yang di-LO-kan, saya bingung memilih antara kak ii atau bang cece, tapi diputuskan milih bang cece aja karena dia adalah sahabat kakak PA-ku, terus kakak PA-ku udah cerita banyak tentang aku sama dia, tapi sayangnya aku belum pernah ketemu sama dia. yasudahlah dengan beriman bahwa semua akan baik-baik saja, saya menyanggupi tawaran pertama meng-LO-kan bang cece.

pertama-tama, seorang LO ditugaskan mengirim sms kepada wisudawannya. saya agak bingung gimana cara nge-sms-nya takutnya orangnya terlalu serius. dan ternyata bang cece sangat bersahabat🙂 jadi saya bisa mengirim sms dengan gaya sms saya yang biasa deh.

mestinya hari sabtu ada sosialisasi wisudaan tapi gw sama bang cece sama-sama ga bisa dateng. jadilah hari senin janjian ketemuan buat ngomongin progress wisudaan.

hari senin siang, saya ngomong sama teman-teman di himpunan kalau saya mau ketemuan sama wisudawan dan saya nanya progress wisudaan. tiba-tiba si haryono nanya sama saya:

haryono: pul, ntar ketemuan sama wisudawannya kapan?
saya: jam dua yon, di prodi. kenapa?
haryono: gw mau ngerekam wisudawan, nih. ntar gw nyusul ya, abis gw manggil tim pubdok. makasih yaa udah ngasih tau.

Menurut saya, itu bukan suatu kebetulan. Si Bos udah mengatur biar semuanya ga bentrok. mungkin saya terlalu inisiatif harus ketemuan sama wisudawan buat ngasih tau progress, bukannya ngasitau lewat chat FB, YM, sms, atau BBM seperti teman-teman saya. tetapi menurut saya pendekatan personal itu perlu, karena menjadi LO tidak sekedar mendampingi, tetapi itu juga bentuk dari pelayanan buat Tuhan. lagipula kalau wisudawannya nggak nyaman kan kasihan. wisuda itu mungkin cuma sekali seumur hidup, man.

setelah ngobrol santai tentang wisudaan dengan bang cece, yono, adif, dan josh (dan terbukti lebih nyaman karena bang cece bebas nanya tentang wisudaan dan tidak terjadi salah paham. bahkan kami dapat input dari wisudawan hehehe), bang cece minta ditemani ke atm buat ngambil duit buat bayar iuran wisuda. sepanjang jalan kami ngobrol santai

keterangan:
bc: bang cece
gw: saya
bc: dek, kamu sejak ditinggal kak christine, PA sama siapa dek?
gw: sama mbak upi bang
bc: sampai sakarang kamu merasa terbebani nggak jadi LO?
gw: belom sih bang. tenang aja.
bc: baguslah kalau begitu. syukurlah kamu jadi LO cowok , ga repot. kalo jadi LO cewek tuh ribet dek.
gw: emang kenapa bang?
bc: cewek biasanya banyak maunya *hati-hati teman-teman~

tiba-tiba bang cece menyinggung sesuatu yang hampir saya lupakan, namun esensial.

bc: dek, di TERRA ada yang jadi pengurus PMK nggak?
gw: gak ada bang, adanya yang aktif di PMK aja. aku, nando, nuel. lagipula pengurusnya sekarang udah 09 bang.
bc: oh gitu dek, dulu tuh anak Timur Jauh banyak yang jadi pengurus PMK lho.
gw: gitu ya bang *rada kagum. kalau sekarang anak Timur Jauhnya jadi koordinator di acara besarnya PMK bang, bukan jadi pengurusnya. Contohnya dua tahun ini Paskah PMK ITB ketuanya dari Timur Jauh bang.
bc: baguslah kalau begitu dek. Kita juga harus aktif di pelayanan soalnya. Ngomong-ngomong, di TERRA sekarang ada persekutuan doa nggak?
gw: adanya di 2009 bang. belom sanggup ngajak angkatan atas. mungkin nanti aku ngajakin 2010nya, kalau bisa.
bc: ooh gitu. bagus dek. dulu di angkatan abang juga ada persekutuan doa. tapi dulu penggeraknya tiga orang dari angkatan abang, dek. salah satunya abang. malahan tadinya mau diadakan persekutuan doa fakultas. kalau yang banyak aktif itu anak tambang dek.

terus bang cece nanya sama gw,

bc: dek, menurut kamu, apa sih yang menyebabkan sebuah persekutuan doa bisa bertahan di timur jauh ini?
gw: pertama ada inisiatif dari anggotanya, kedua selalu ada pokok doa, dan yang terakhir ada masalah angkatan yang agak sulit bang. waktu jaman 'main-main' dulu aku pernah merasakan bang, kalau masalahnya berat banget langsung gampang diajak persekutuan doa.

terus, kami berpisah. saya harus pulang ke kosan, bang cece ada urusan.

jadi, ceritanya hari ini saya diingatkan si Bos banyak hal:

1. Semuanya, waktu, tempat, kegiatan sudah diaturkan semuanya oleh Dia. Tidak ada kebetulan.

2. Kalau sudah diatur, semuanya pasti akan sangat atur pada waktunya

3. Kenapa saya harus ada di sini. Kenapa saya masuk prodi ini. Kenapa saya masuk himpunan ini. Kenapa saya harus kenal orang ini.

They will be called oaks of righteousness,
a planting of the LORD
for the display of his splendor.
They will rebuild the ancient ruins
and restore the places long devastated;
they will renew the ruined cities
that have been devastated for generations
-renungan pagi ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s