akhirnya saya mengerti maknanya (1)

He has made everything beautiful in its time. He has also set eternity in the human heart; yet no one can fathom what God has done from beginning to end

Ecclesiastes 3:11

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, tetapi sampai sekarang saya tidak dapat mengerti apa yang Dia lakukan dari awal sampai akhir”

Kalimat ini mungkin udah beratus-ratus kali kita dengar, tapi baru sekarang saya mengerti maksudnya.

Waktu Tuhan itu lebih indah dari yang kita pikirkan dan tidak dapat terpikirkan oleh otak orang paling pintar sekalipun. Sudah banyak cerita tentang “waktu Tuhan” yang pernah saya alami, tapi saya mau membagikan salah satu, yang menurut saya, luar biasa.

Ceritanya beberapa hari yang lalu ibu saya menelepon, katanya tanggal 7 Juni akan ada persekutuan di rumah. Karena personel rumah saya sedikit, jadi pemain cadangan seperti saya sangat diwajibkan kehadirannya. Langsung saja saya mengiyakan tawaran ibu saya.

Beberapa hari kemudian, teman saya memberitahu bahwa waktu UAS itu mulai tanggal 9 Juni. Saya langsung bingung, serba salah juga sih, karena dua-duanya sama pentingnya. Saya langsung memberitahu ke ibu saya tentang masalah ini, dan respon beliau biasa saja, tidak ada paksaan sekalipun, tetapi harapan agar anaknya ini bisa pulang tetap ada.

Mama: “Yaudah kalau tanggal 9 ada ujian ga usah pulang aja. Tidak apa-apa kok.”

Saya: “Tapi mama doain aja supaya ujiannya mulai tanggal 10, atau ujian yang hitungannnya jangan mulai tanggal 9 pagi, biar bisa pulang ke Jakarta”

*semenjak saya sakit, saya tidak diizinkan untuk semalam saja di Jakarta. Minimal dua malam. Alasannya biar tidak kelelahan, karena, jujur saja, saya belum terlalu kuat untuk kelelahan.

Saat saya pulang ke Jakarta pada Paskah lalu, saya juga diberitahu kakak saya kalau ada persekutuan Mawil tanggal 8.

Abang: “Dek, tanggal 8 ada persekutuan Mawil dari jam 3 sampai jam 6. Kalo bisa, pulang, ya.”

Sejujurnya saya minggu itu ingin sekali pulang, tapi sepertinya kemungkinan untuk pulang sangat kecil, apalagi ada dosen yang suka mengadakan ujian hari Senin jam 7 pagi. Tapi, seperti yang Si Bos selalu ajarkan pada saya, cuma kehendak-Nya yang boleh jadi.

Lalu hari ini dosen saya memberitahu jadwal ujian, katanya ujiannya tanggal 10 siang. Lumayan senang untuk sementara. Lalu tiba-tiba ada yang menggerakkan saya melihat jadwal ujian di Prodi.

Lihat jadwal ujian di Teknik Geofisika, aman. Ujian dimulai tanggal 10 siang.

Lihat lagi di Teknik Geologi.

Ujian. Dimulai. Tanggal. 9. Siang.

Puji Tuhan, waktuNya luar biasa keren! Berarti (untuk sementara) saya boleh pulang ke Jakarta. Berarti saya boleh bantu mama papa abang saya. Berarti saya boleh ikut persekutuan Mawil. Berarti saya boleh bermain bersama para junior. Kegiatan yang menurut saya amatlah mahal nilainya beberapa tahun ini, dan kalau saya boleh melakukannya, itu cuma karena anugrah-Nya.

Memang Si Bos selalu mengajarkan saya untuk bersyukur atas segala sesuatu, bahkan hal-hal kecil dan yang biasa dilakukan, serta menikmati hal tersebut. Mungkin beberapa waktu lagi kita tidak dapat menikmati hal yang sama, yang kita anggap rutinitas, dan kita merindukannya.

Saatnya untuk menunggu kembali waktu-Nya Si Bos. Hup!

*terinspirasi dari jutaan pertanyaan yang sama dari orang yang berbeda, dan sudah bingung mau menjawab apa. terimakasih kepada claraemmy dan bryansihombing atas teladannya dalam sabar menunggu menunggu waktu-Nya. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s