perjuangan luar biasa demi sebuah kursi

Ceritanya minggu ini (tepatnya hari Kamis) saya pulang ke Jakarta. Rencananya sih mau pulang jam 12 siang karena ada kuliah dari jam 7-9, (dan ternyata saya ketiduran, baru bangun jam 7.30šŸ˜¦ ) tapi karena tugas-tugas yang harus dikumpulkan hari Jumat belum selesai, dan harus ngumpulin hari Kamis biar liburan dengan sangat sans, jadinya diundur sampe jam 2 siang.

Bangun-bangun, ‘sarapan’, terus ngelanjutin esai tektono. Selesai mengerjakan esai tektono, baru ingat kalau esai UAS agama belum dikerjakan -_-. Sambil mengerjakan UAS Agama, saya merapikan kamar saya, menyusun catatan selama semester ini. Untungnya catatannya lebih sedikit dari semester lalu. Lalu sekitar pukul 11.30, nyokap menelepon, minta saya membawa materi kuliah yang akan diujikan hari Senin dan Selasa, dan dua boks brownies kukus. Saya baru ingat kalau catatannya campur-campur, jadilah harus bawa semua catatannya. Sekitar pukul 12.00, tugas selesai dan SAYA BELOM MANDI, APALAGI PACKING! Dengan terburu-buru, langsung saya packing sekenanya, buru-buru mandi, dan buru-buru pergi.

Sekitar pukul 13.00, saya baru bisa berangkat dari kosan, niatannya sih mau pake sendal jepit, tapi karena inget mau ketemu dosen yasudahlah saya pake flats seperti biasa *kapan nih bisa pulang pake sendal jepit?*. Ā ngeprint tugas tektono dulu deket kosan sambil jalan, untung printernya sans, bisa cepet. pukul 13.15 baru naik angkot ke arah kampus. untungnya tempat jualan bronis kukus searah dengan kampus, cuma beda lima menit jalan kaki kecepatan standar. di jalan baru inget kalau duit ngga cukupšŸ˜¦. yasudahlah langsung turun depan bronis kukus dan beli pesanan nyokap. untunglah debit card diterima, fuuh gausah repot ke atm deeh. pukul 13.35 langsung capcus jalan ke kampus ke ruangan dosen ngumpulin tugas. pengennya sih lari, tapi sepatu licin dan bawaan berupa backpack yang berat, tentengan bronis di tangan kiri dan dokumen di tangan kanan menghambat pergerakan. dengan terburu-buru langsung ke ruangan dosen, ngumpulin tugas, tanda tangan, terus capcus ke himpunan buat ngasih titipan. abis itu ada urusan bentar di sekre unit. selesai semua permasalahan, langsung buru-buru ke pangkalan travel naik ojek. saat itu waktu menunjukkan pukul 13.47. langsung deg-degan ketinggalan travel. udah gitu jalanannya macet lagi, makin panik deh.

pukul 13.59. tiba dengan selamat di pangkalan travel. langsung bayar tiket, sialnya kartu depit tidak diterima dan setelah nego sejenak, langsung lari ke atm ngambil duit, sambil lari dan ujan-ujanan. untung atmnya gak ngantri. buru-buru lari kembali ke pangkalan travel, membayar utang, dan naik ke mobil travel. untungnya nggak ditinggal. tarik nafas sejenak.

lima menit kemudian, ada penumpang lain yang dateng. nyantai lagi jalannya. err.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s