we can say it as HOLIDAY :) *part 2

Seperti di bagian sebelumnya, saya ingin menepati janji saya berceita tentang liburan ke rumah Om Gusde.

Ceritanya angkatan saya (TERRA09) berencana mengadakan acara jalan-jalan angkatan ke rumah Gusde, yang murah meriah sekaligus menyenangkan.Sayangnya, beberapa hari sebelum pelaksanaan liburan, ada berita duka dari teman kami, sehingga format acara harus diubah sedikit. Ga asik juga kan, kalau temen lagi kedukaan kita malah senang-senang.

Acara jalan-jalan yang bertema “OM GUSDE’S AFTERNOON CRIB” berlangsung tanggal 23-24 Mei 2011. Berangkat ke rumah Gusdenya setelah UAS Petrologi. Karena saya gak ngambil mata kuliah Petrologi, agak bingung juga berangkatnya jam berapa. Setelah sms tanya teman-teman, ternyata berangkatnya jam 2 sore, lalala~ Tapi Bu Inay mengirim sms yang intinya minta ditemenin belanja. Aku kira mau belanja buat bikin hadiah untuk menghibur temanku yang lagi kedukaan, ternyata BELANJA BAHAN MAKANAN buat disana (udah serasa ibu-ibu aja, deh).

Langsung saja saya menemani Gadih, Wiyasih, Aza, dan Inay belanja di Carrefour PVJ. Situasi belanjanya cukup heboh, saya bilang, maklumlah kami harus menyajikan makanan terbaik untuk keluarga kami (baca: TERRA09). Pas belanja, saya malah ingat kalau momen belanja sama nyokap, akhirnya jurus yang diajarkan nyokap dikeluarkan semua. Untungnya berhasil dan semua puas. Setelah belanja, jajan es krim duren dulu (Inay), jajan pretzel dulu (saya), dan jajan di Raffel’s dulu (Gadih, Wiyasih, Aza). Setelah kenyang, langsung balik ke kampus, sayangnya jalanan macet semua. Akhirnya Inay memutuskan ambil jalan potong, yang macet juga karena harus lewat pasar. Karena lewat pasar, baru inget kalau peralatan makan belum dibeli, jadinya turun dulu buat beli peralatan makan. Setelah selesai, langsung ke kampus, ngumpul sama teman-teman. Tiba-tiba hujan deras, jadinya berangkatnya ditunda karena ada yang bawa motor, takutnya masuk angin.

Sekitar pukul 18.00 baru berangkat ke rumah Gusde. Saya berangkat dengan mobil Vanno, bareng sama Gadih, Wiyasih, Rani, dan Tina. Sepanjang jalan menyanyikan lagunya Reza Artamevia dan Titi DJ bersama-sama. Malahan ada yang bilang kalau kesannya menyanyikan lagu tersebut merupakan curahan hati seseorang atau curhat colongan. Tiba di rumah Gusde sekitar pukul 19.00, jalanan masuk ke rumah Gusde rada jauh juga, ga ada angkot lagi, mengingatkan saya pada komplek Vila Cinere Mas yang sering saya lewati kalau telat ke sekolah pas jaman SMA. Tapi begitu nyampe di rumah Gusde, RUMAHNYA KEREN BANGEET~ Kalau dibandingkan sih seperti rumah di The Sims House Party (begitu saya cerita ke teman saya yang kuliah di Arsitektur, pada minta diajakin semuanya).

Begitu nyampe rumah Gusde, menyapa semua orang dulu, kemudian beres-beres makanannya, seperti membumbui daging dan ayam dan membuat agar-agar supaya gak repot memasaknya dan lebih cepat untuk makan. Ternyata nyokapnya Gusde memberikan baso tahu, jadinya bisa dicemilin deh sambil masak🙂. Dalam pengerjaan kali ini, kalau bisa dibilang, saya bertugas sebagai Head Chef yang mengatur menu masakan, proses pemasakan, dan penyajian sehingga tiba di tangan konsumen dengan selamat. Setelah persiapan awal, ditinggal dulu deh makanannya buat acara. Yang muslim pengajian, yang nonmuslim melaksanakan ibadah menurut keyakinan masing-masing. Kalau geng Kristal sih kali ini persekutuan doa ditambah dengan sharing, seperti dulu. Ternyata seru ya, malahan direncanakan akan terus diadakan secara rutin, kalau Tuhan mau. Setelah ibadah, lanjut lagi deh ke kegiatan memasak.

Sebagai Head Chef *ehm tugas saya adalah memastikan makanan matang sempurna dan semua orang kebagian. Tugas saya kali ini dibantu oleh Geng TERRANITA (Aza, Gadih, Diedra, Inay, Wieke, Ruth, Rani, Tina, Yudith, Tania, Fikka, dan Wiyasih), staf gaul rumah Gusde (dua mbak cantik yang saya lupa namanya), dan geng gaul pembakar daging (Kusuma, Renaldo, Ajay, Bimo, Jodi, dan Gilang). Sebenarnya agak capek juga sih mengawasi peredaran makanan, apalagi banyak yang suka nyomotin, malah takut ada yang gak makan. Tapi untungnya menu berupa ayam bakar, sate sosis dan daging, dan kentang goreng mencukupi untuk mengisi perut yang kelaparan. Ditambah juga dengan dessert agar-agar mangga dan puding coklat serta potongan semangka. Jadi inget saat-saat bantu nyokap kalau ada acara deh, kepake juga ilmunya, love you Mom! Sekaligus mikir juga, nanti kalau ada acara keluarga kayak gini juga gak, ya, ribetnya?

Abis kenyakng makan, acara bebas seperti main biliar, nonton film, ngobrol, pacaran, main komputer, main karambol, curhat, atau tidur, tergantung iman masing-masing. Semua dilakukan di rumahnya Gusde. Musik dari playlist khusus TERRA09 turut mengiringi malam itu. Saya sih lebih memilih tidur, ngantuk soalnya. Setelah kerepotan nyari tempat untuk tidur, akhirnya bisa tidur juga di kamar tamu, dan baru bangun pukul 06.00.

Pas bangun pagi, langsung nyari sarapan. Untungnya ada pisang yang bisa dibagi dua dengan Tina sebagai penyelamat, terus tidur lagi sampai pukul 07.00. Bangun-bangun ternyata udah banyak yang pulang ke Bandung, jadi bingung deh gimana pulangnya. Untunglah ada Naufal sang penyelamat. Akhirnya saya diantar pulang bersama dengan Wiyasih, Gadih, Fikka, dan Aza. Sekitar pukul 10.00 sampai juga di kosan. Lapeer~

Demikian cerita tentang liburan dengan tema OM GUSDE’S AFTERNOON CRIB ala saya. Selamat menikmati!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s