we can say it as HOLIDAY :) *part 4

Ceritanya, hari ini saya ke daerah Senayan untuk mengurus tiket perjalanan K-Trip di sebuah agen perjalanan terkemuka. Karena suatu kesalahan dari pihak agen perjalanan, urusannya jadi lebih lama 45 menit dari waktu seharusnya, yang menyebabkan saya ketinggalan bis yang langsung menuju rumah saya. Sialnya lagi, kunci rumah cuma satu set dan saya yang pegang, jadi kalau ibu saya pulang dari kantor dan langsung pulang ke rumah, beliau tertahan di luar pagar dan saya bisa kena omelan.

Karena kalau pulang ke rumah naik bis nyambung-nyambung dan macetnya luar biasa (karena jam pulang kantor), maka saya memutuskan naik kereta untuk pulang. Pengalaman pulang kali ini agak unik bagi saya karena saya adalah pengguna angkot sejati.

Dari daerah Senayan, saya berjalan kaki melewati Plaza Senayan ke arah Ratu Plaza, kemudian menggunakan Transjakarta menuju halte Tosari. Dari halte Tosari, menyebrang jalan ke arah Blora, kemudian naik metromini sampai Stasiun Sudirman. Mestinya jalan kaki bisa, tapi saya takut ketinggalan kereta, kalau ketinggalan harus nunggu setengah jam lagi soalnya. Sampai di stasiun (ternyata banyak yang turun di stasiun), saya membeli tiket Sudirman Ekspres jurusan Sudirman-Serpong, kemudian turun ke peron menggunakan eskalator (di sana gak ada tangga soalnya). Ternyata keretanya belum datang, jadi bisa istirahat sejenak. Interior stasiun ini super gaul, mungkin disesuaikan dengan penggunanya. Interiornya seperti stasiun-stasiun di luar negeri, rapi dan bersih tanpa pedagang liar, ada papan penunjuk arah yang cukup jelas, dan pengumuman setiap beberapa menit yang mengumumkan posisi kereta yang ditunggu oleh penumpang. Misalkan saja pada pukul 16.10 kereta masih di Manggarai, pukul 16.15 kereta baru berangkat, dan menjelang kedatangan kereta.

Sekitar pukul 16.25, kereta yang akan saya tumpangi datang juga. Saat kereta akan berhenti, petugas mengumumkan jurusan kereta serta mengingatkan agar para penumpang bisa tertib. Petugas juga memberitahu bahwa ada gerbong khusus wanita di gerbong 1 dan 8 (semua di ujung kereta CMIIW), kalau dari luar, gerbong tersebut bercat pink dan ada tulisan “Kereta Khusus Wanita.” Saat itu penumpang naik dengan tertib. Syukurlah saya dapat tempat duduk, jadi tidak pegal sepanjang perjalanan. Suasana gerbong sangat sepi, mungkin karena masih awal jam pulang kantor.

Kereta kemudian bergerak menuju kawasan Tanah Abang untuk mengangkut penumpang. Di sana penumpang mulai berdatangan, suasana gerbong bertambah ramai namun tidak gaduh. Gerbong juga tidak dipenuhi dengan manusia. Kereta pun berjalan mudur, memasuki track ke arah Serpong. Kemudian petugas kereta menagih tiket para penumpang, untungnya kali ini satu gerbong tertib semua, maksudnya pada beli tiket.

Kereta berjalan melewati beberapa stasiun, pemakaman Tanah Kusir, dan tiba-tiba saja ada di Bintaro. Kemudian kereta berhenti di Stasiun Pondok Ranji, beberapa penumpang mulai bersiap turun, termasuk yang duduk di sebelah saya. Penumpang lain pun berpindah tempat duduk. Kereta kembali berjalan, sekarang berhenti di Stasiun Jurangmangu, sebuah stasiun yang baru dibangun. Di parkiran stasiun ini didominasi oleh kendaraan roda empat, maklumlah yang turun di stasiun ini rata-rata penghuni sebuah perumahan terkenal di kawasan Bintaro. Kereta berjalan lagi, namun kali ini penumpang dari gerbong-gerbong ujung bergerak ke tengah menuju pintu keluar. Tibalah saya di Stasiun Sudimara.

Di Stasiun Sudimara banyak penumpang yang turun, termasuk saya. Maklumlah stasiun ini berada di dekat kawasan perumahan. Berbeda dengan penumpang yang turun di stasiun sebelumnya, stasiun ini bisa dibilang seperti stasiun rakyat. Di pintu keluar ada orang-orang yang menjual bahan makanan seperti sayuran, tempe, buah, dan tahu, di parkirannya didominasi oleh sepeda motor, dan banyak angkot yang ngetem di pintu keluar untuk mengangkut penumpang.

Saya langsung naik angkot ang menuju rumah saya. Kali ini, di angkot saya semua penumpangnya adalah wanita. Gak dapat gerbong khusus wanita, dapatnya angkot khusus wanita HAHAHA. Penumpang di angkot ini didominasi pekerja, karena pakaiannya rapi dan ada beberapa yang memakai seragam instansi pemerintahan. Ada juga mahasiswa, seperti yang menenteng laptop di depan saya, dan pengangguran seperti saya. Untungnya angkotnya ngga ngetem kelamaan, jadi agak cepat sampai rumah. Turun di depan komplek rumah, berbelanja sebentar di minimarket, kemudian berjalan kaki menuju rumah.

Sampai di rumah pukul 17.30. Kalau dibilang sih, hampir satu jam perjalanan saya sudah sampai dan tidak terlalu lelah. Kalau transportasi umum bisa selalu nyaman, kayaknya hidup saya makin sejahtera, deh. Gak kecapekan di jalan dan lebih jarang marah-marah, HAHAHA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s