Youth Camp: Day O

Ceritanya saya diberi tugas sama gereja buat liburan ikutan Youth Camp GMII di Sintang, Kalimantan Barat. Supaya keren, kadang-kadang ditulis sebagai K-Trip.
Tadi siang berangkat dari Lebak Bulus naik DAMRI, sendirian. Orang rumah melepas gw seolah-olah cuma pergi ke Bandung. Mungkin supaya gw ga panik, kali. Belom sampe DAMRI, gw malah ditelponin panitia di Pontianak dan Sintang (iya, acaranya di Sintang). Praise the Lord, tadi yang duduk di sebelah gw di DAMRI mau ke Pontianak juga, kayaknya emang diatur biar gw ga ketakutan, kali.
Dari Lebak Bulus ke Bandara kira-kira sejam lah. Nyampe sana langsung checkin terus nyari makan sambil muter-muter terminal 2. Tadinya sih mau Bakmi GM di terminal 3 tapi waktunya mepet jadi yasudahlah. Baru mau suapan pertama, liat boarding pass, ternyata boarding jam 14.25 dan pas gw baca udah jam 14.20, langsung lari deh ke ruang tunggu. Setiap lewat detektor ga pernah lolos, ternyata yang bermasalah tuh iket pinggang gw hohoho. Nyampe boarding room, ternyata boardingnya masih lama -_-. Selain itu gw dikerjain sama bapak-bapak disuruh lapor ke petugas, ternyata gausah karena gw udah lapor sebelumnya. Lanjut makan lagi deh. Baru selesai doa makan, disuruh naik ke pesawat. Hadoooh~
Naik pesawat, dapet kursi no. 18A, dan di samping gw kosoong. Terus dikasih koran gratis di pesawat dan boleh milih. Langsung ambil koran, sms mau boarding ke orang rumah (kalo nggak bisa tambah panik orang rumah), matikan telpon, terus pasang seatbelt. Udah keren-keren, ternyata pesawatnya ngantri untuk takeoff. Yasudahlah, jadi tertunda deh.
Perjalanan ke Pontianak sekitar 1 jam di udara. Syukurlah di penerbangan kali ini dikasih makan gratis yang terdiri dari penne bolognaise, agar-agar, kerupuk, dan free flow minuman. Saat mendekati Kalimantan, nengok ke bawah, KEREEN BANGEET! Pemandangannya masih asri, masih banyak pohon, sungainya gede, tata kotanya rapi banget. Anehnya disini sungai jauh lebih gede dari jalan, gak kayak di Jakarta.
Sampai di Pontianak dengan selamat pukul 16.45. Langsung lapor sama tim penjemput. Sambil nunggu, ngabisin makanan yang dibawa dari Jakarta dengan tenang. Dijemput kira-kira pukul 17.15. Langsung aja ke tempat transit dengan kecepatan tinggi. Ternyata supir Kalimantan gak kalah ngerinya sama supir Lintas Sumatera, doyan ngebut dan gak kenal takut. Untung udah biasa sama sopir tipe begitu, jadi biasa aja.
Nyampe di tempat transit langsung disuruh makan malam sama Pak Pendeta. Terus panitianya mengumumkan kalo berangkat ke Sintang agak ngaret karena ada yang baru nyampe di Pontianak, dan ternyata memang saya yang terakhir tiba. Jadi gak enak.
Sekarang lagi perjalanan ke Sintang dengan bus antarkota carteran, kira-kira 10 jam perjalanan. Jalannya untuk sementara mulus dan lancar. Supirnya Chinese, jarang-jarang nih nemu yang beginian, dan tadi sempet ngomong pake bahasa Cina.
Sekarang lagi di tengah hutan, wish me luck!  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s