Youth Camp: Day 1

Ceritanya tadi saya sampe di Sintang jam 06.00. Sebelum nyampe, ternyata kami nyasar 10 kilometer. Kalo di Jakarta, tujuan ke Bintaro malah nyampe Pondok Indah. Supirnya ga bisa marah karena semobil ga ada yang tau tujuannya, maklum, pada dari luar Kalimantan semua dan ga ada panitia pendamping atau yang ngasi tau tempat ke supirnya. Tapi yang penting udah nyampe dan kesampean juga nyasar di hutan.
Nyampe disana disambut Kak Oni dan Tante Dermawan (mereka pernah pelayanan di gereja saya) dengan muka keheranan dan pertanyaan yang sama dengan semua orang, kenapa kakak saya ga ikutan dan saya pergi sama siapa. Yasudahlah saya jawab aja. Abis registrasi, saya makan pagi dengan mi goreng dan ikan teri. Ternyata mi gorengnya ga cocok, jadilah penyakit lama kambuh lagi. Untung bawa obatnya.
Abis nangis-nangis kesakitan, tidur ampe siang dan ketemu teman-teman baru. Tidurnya di atas tikar, untung bawa selimut. Kalau beruntung, dapat tidur di atas hammock. Mirip binval lah suasana di sini. Abis itu bantuin Olan jualan, siap-siap kebaktian sore. Ternyata ujan deras disini, untung bawa payung hahaha.
Ibadah pembukaan dibuka oleh asisten bupati, ditampilkan juga tarian dayak. Yang khotbah itu Pdt. Robert Tacoy. Gak seperti biasanya, saya nyatet khotbah. Plok plok plok.
Abis ibadah pembukaan, makan malam dan registrasi buat kapsel besok. Pas ibadah malam, ternyata WL-nya Om Niki Hege, keyboardistnya Kak Roi, dan singernya Tante Rossi (yang aslinya berprofesi sebagai pengacara). Tinggal yang khotbah Pak Gembala, jadilah ibadah Minggu pindah ke Sintang. Terus Om Niki malah promosi tentang gereja saya, jadi malu kieu euy, frontal pisan.
Ibadah malam yang khotbah Pdt. Djefri Kansil, dengan kesaksian dari STT Borneo dan GMII Mahanaim. Abis khotbah ada tantangan, tapi saya ga maju karena masalahnya tanggung jawab sama Tuhan, euy.
Selesai ibadah, charge HP (disini susah banget nyari colokan, tau gitu bawa colokan ganda), telepon orang tua yang ngomel karena ga dihubungi, dan tidur.
Mudah-mudahan besok ga ada kejadian absurd dan bisa cocok dengan makanannya.
PS: di sini 60% peserta itu remaja, jadi takut salah tempat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s