Youth Camp: Day 2

Pagi-pagi udah dibangunkan oleh bahasa planet. Ternyata kata Kak Siska yang sekamar sama saya, kontingen tuan rumah udah bangun dari jam 3 pagi. Yasudahlah jadinya strategi mandi saya sama teman-teman selama camp ini adalah mandi mepet wakti renungan biar ga ngantri.
Ternyata renungan paginya di aula Bukit Zaitun ramerame. Abis renungan, sarapan pagi terus nungguin Vella, Mispha, dan Anita yang tugas cuci piring. Di acara ini, peserta yang ‘beruntung’ diwajibkan mencuci piring makan yang digunakan semua orang dan namanamanya diumumkan setiap menjelang makan. Setelah menunggu, saya, Vella, dan Jane duduk di belakang buat sesi uraian tematis bersama Pdt. Jesias Palandi. Ga enak yaa ternyata duduk di belakang, jadinya sejak saat itu saya memutuskan duduk di depan. Uraian tematisnya ntar saya ceritain deh tentang apa. Abis sesi ini, Om Archie Sapulete memanggil semua orang berdasarkan tempat asalnya. Sayangnya tempat asal saya doang yang ga disebut🙂 Jadinya saya numpang sama orang Jakarta deh.
Setelah uraian tematis, saya ikut kapsel untuk para calon kaum profesional, karena itu doang yang paling mendekati. Saya paling anti jadi PNS dan kalau di minat UKM, udah capek-capek belajar di ITB adanya ntar saya malah jualan geophone. Sesi ini pembicaranya Pak Almen Pasaribu yang mirip dengan Om Logis Zagoto. Acaranya berlangsung di bawah tenda tentara dengan warna seperti bifak binvaI. Di sesi ini saya sekelompok sama orang-orang Surabaya sama Medan. Sesi hari ini membahas tentang bagaimana karakter profesional yang baik secara umum. Oiya, sesi kapsel ini berlangsung selama tiga hari.
Abis kapsel, lanjut makan siang. Entah Tuhan yang sayang sama perut saya atau alasan lain, hari ini saya cocok sama makanannya, yang rata-rata berupa sup dan sedikit minyaknya. Makan siangnya sayur asem dan ikan goreng. Jauh-jauh ke Kalimantan, makanannya khas Sunda lagi -_- atau makanan Sunda udah mendunia kali, ya.
Setelah itu, lanjut persiapan talent show besok bersama geng Profesional. Yelnya begini: P.R.O.Pro!Prooofesional! Bener-bener profesional, kan🙂 Karena kami profesional, kami cepet selesai dan saya sempet bobo siang.
Bangun tidur langsung seminar pemuda yang membahas karakter yang harus dimiliki oleh pemuda yang akan menjadi pemimpin Kristen bersama Pdt. Jesias Palandi. Entah mengapa, 50% pengajarannya pake bahasa Inggris, jadi kayak dosen Geodas dulu. Beliau juga memberi saya ide tentang buku yang patut saya baca.
Selesai seminar, makan malam, dan mendengarkan presentasi sumber beasiswa oleh Om Archie. Sayangnya ga ada lowongan untuk calon geophysicts. Abis itu Malam Doa bersama Pdt. Orlando Hutapea yang biasa saya panggil Pak Gembala. Kali ini worship leadernya Pdt. Yafet Mandiangan dan Om Nikki. Terus ada bantuan juga dari Tesa Idol, yang ternyata jemaat GMII juga (buktinya dia pake badge peserta). Karena sebagian petugas altarnya Makedonians, jadinya bisa dibilang ini adalah prototipe malam doa tiap Jumat.
Oiya hari ini Kak Vella sama Jane cerita tentang Ambon, jadi pengen kesana deh. Hari ini bokap nyokap ngurus kebun jadi saya ga dicariin hihihi.
Di grup GMII pada nanyain live report campnas, jawabannya tuh disini di daily journal🙂

P.S: Tadi disurih ngisi database, mungkin jawabannya absurd karena tinggal di Bandung kok ngaku gereja di Jakarta hohoho.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s