Youth Camp: Day 3

Pada hari yang ketiga ini saya ketiduran kieu. Mandi telat, jadinya renungan pribadi. Lagian kalau mau mandi, ngantrinya dari jam 3 pagi, adanya masuk angin deh.
Sesi pertama adalah Regeneration of Nation oleh Pak Herald Siagian. Beliau yang pertama kali menjelaskan tentang potensi isi perut bumi di Indonesia, dan ga sengaja saya ngacung mau jadi pengeksplornya. Jadilah saya maju ke depan dan disuruh presentasi tentang major saya dan saya kuliah di mana dalam dua bahasa. Yasudahlah saya bilang saya kuliah di kampus gajah duduk di Bandung tapi gereja di Jakarta dan kuliah di bidang Teknik Geofisika, dan untung saya pake kaos produksi TERRATORY. Mudah-mudahan saya ga mempermalukan Pak Gembala tercinta di hadapan masyarakat Indonesia. Tapi ternyata saya difoto Om Gurning, diuploadlah ke grup Makedonia. Malulah sayaa. Tante Rossy malah bilang begini, “Kalo pembicaranya tau kamu siapa, bisa kaget lho :p”
Abis sesi yang cukup mengharukan, sesi kapsel bersama geng profesional dan Pak Almen Pasaribu. Hari ini ngebahas contoh dari Nehemia dan Daniel terus disuruh bikin list of goals. Yaudah saya bikin list sebagai calon geopisis. Sama Pak Almen malah disuruh jelasin tentang geopisis lagi. Gapapalah, biar Teknik Geofisika tambah ngehip🙂. Karena kami geng profesional, jadi beda dengan kelompok lain, kami latihan dulu buat talent show baru istirahat.
Makan siang hari ini saya beli nasi kuning seharga Rp 5000,- dengan topping telur dan bihun dan ukuran dua kali nasi kuning oktagon. Rasanya lebih enak dari SSC. Kenyaang~
Abis makan, talent show. Yang ditampilkan seru-seru dan bikin ngakak banget! Istirahat sejenak, lalu sesi diskusi kelompok. Saya bilang sih tetep diskusi kelompok ala Komsel Makedonia paling top. Pada awalnya, saya ngerasa ga cocok sama pembimbingnya karena ga jelas kieu, tapi makin ke akhir diskusi, beliau malah menyenangkan dan menjelaskan dengan cara yang mudah dimengerti. Malahan dia cerita tentang strategi pelayanannya di desa-desa yang tidak dapat ditemukan di kota.
Abis sesi diskusi, makan malam, dan KKR. Entah mengapa, walau di sini menunya sama kayak menu panghegar yang selalu saya pesan (nasi, sayur, ikan asin) rasa makanannya enak banget. Cuma di hari pertama aja yang absurd.
KKR hari ini sering banget blackoutnya, tapi semua peserta tetep semangat untuk memuji Tuhan. Malahan para pendeta seperti Pdt. Jesias Palandi goyangannya lebih heboh dari saya -_-, kayaknya para petinggi Sinode dan para pendeta mendadak jadi muda kembali hehehe. Khotbah hari ini tentang menjadi murid Kristus. Ditegaskan lagi materi yang saya dapat di PA bareng Mbak Upi, yaitu Tuhan butuh orang yang setia untuk menjadi murid. Hari ini saya juga belajar kalo firman Tuhan sering banget diulang berarti penting.
Syukurlah hari ini ga ada kejadian absurd lagi. Off to bed!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s