pemuridan

Menurut saya, pemuridan itu adalah suatu proses dimana kita menjadi murid. Sifat dasar dari seorang murid adalah taat kepada yang diajarkannya, apapun keadaan dirinya, apakah pinter, strong, atau sebaliknya. Dalam hal ini, saya ingin mengaitkan soal proses pemuridan dengan hal yang udah pernah saya alami, seperti PA (Pendalaman Alkitab), proses untuk masuk unit, dan osjur.

Kalau di lingkungan PMK ITB, istilah pemuridan itu paling sering diucapkan atau ditanamkan, dari awal masuk ITB sampai nanti lulus dengan selamat lewat Sabuga. Kalau di sini, pemuridan diawali dengan mentoring bersama kakak mentor yang ditemui sejak mengisi waktu istirahat saat acara Penerimaan Mahasiswa Baru di Sabuga. Mulai saat itu, kakak mentor berbagi tentang materi dasar kekristenan dan tentunya berbagi pengalaman hidupnya, seperti tips bertahan di ITB, tips bertahan hidup di Bandung, dan tips-tips lainnya. Biasanya, sebagai seorang newbie, murid akan mengikuti saran kakak mentornya, karena ia adalah orang yang bisa dipercaya saat itu (jadi kalau menjadi kakak mentor ga bisa tipu-tipu deh). Setelah masa mentoring berakhir, biasanya adik mentor disarankan untuk melanjutkan proses pemuridannya, bisa melalui empat lembaga pelayanan (kalau di ITB sistemnya lembaga pelayanan) atau di gereja masing-masing. Kalau dalam istilah perkuliahan, udah penjurusan lah. Menurut saya, pemuridan itu bisa diumpamakan sebagai seporsi makanan dan lembaga pelayanan (atau gereja, jika ingin aktif di gereja) itu sebagai saus pelengkapnya, biar “makan” Firman Tuhan lebih enak. Kalau lagi makan, suka agak pedas bisa ditambah sambal, agak manis bisa ditambah kecap, atau kurang asin bisa ditambah garam. Begitulah cara saya menerangkan tentang lembaga pelayanan di ITB, yaitu suatu wadah untuk meneruskan perjuangan pemuridan kita dengan cara yang cocok dengan kita supaya pemuridannya lebih enak. Makanya kalau di PMK ditanamkan ga ada paksaan untuk masuk ke LP manapun, kan selera orang beda-beda. Lagian kalau menurut dia makanannya enak dimakan gitu aja, masa harus dipaksa buat pake sambel? Kan yang penting pastiin dia makan dulu.

Kebetulan, semua unit yang saya masuki, ada proses pembinaan calon anggotanya. Bisa dibilang, proses pembinaan itu merupakan pemuridan juga. Dalam proses ini, dituntut komitmen, apakah benar-benar ingin masuk unit atau tidak. Apalagi dulu kegiatan menjelang masuk unit selalu membuat waktu luang saya jadi gak santai lagi dan menuntut saya untuk mengatur waktu. Dari belajar di unit ini, saya bisa tahu bahwa menjadi murid itu tidak mudah. Selain taat, komitmen juga dibutuhkan.

Osjur, kalau di ITB, merupakan proses untuk menyeleksi orang-orang yang benar-benar ingin menjadi anggota himpunan. Tadi sore, saya sempat berbagi dengan salah satu teman tentang seorang adik kelas yang gak mau ikut osjur dengan suatu alasan yang agak aneh. Saya sebenarnya agak sedih dengan keputusannya, tapi kalau dia sejahtera dengan hal itu, ya sudahlah. Teman saya juga sempat membagikan sesuatu kepada saya,

Seaneh-anehnya tugas osjur, yakinlah bahwa semua itu pasti ada manfaatnya ke depan. Aku pas dulu osjur sempat gak suka sama tugasnya, tapi setelah makin lama kuliah, aku baru menyadari bahwa ada yang bisa dipelajari di osjur. Setiap himpunan pasti metode osjurnya berbeda-beda, disesuaikan dengan profesi yang akan kamu tekuni.

Saya juga ngerasain hal yang sama, kok. Di osjur himpunan saya, saya benar-benar diajar untuk taat, menjaga komitmen, membagi waktu, belajar bersyukur, dan banyak hal lainnya. Setelah melewati osjur, saya gak menyesal telah menikmati osjur dari suatu himpunan di ITB yang katanya cukup menantang ini. Ujung-ujungnya terpakai juga kok dalam kehidupan. Jadi osjur itu tidak sekedar untuk mendapatkan jaket himpunan, tetapi mendapatkan suatu bekal dalam kehidupan yang mungkin tidak didapat di kelas perkuliahan.

Kesimpulannya, pemuridan itu gak selamanya tentang belajar Firman Tuhan secara formal doang, sesuatu yang Tuhan kasih untuk mendidik kita melalui berbagai kegiatan hidup juga merupakan proses pemuridan, kok. Tuhan kan super keren, Dia bisa pakai apa aja untuk mendidik kita.

Setelah beberapa lama mengalami proses pemuridan, sekarang saya malah dikasih tanggung jawab untuk memuridkan, supaya makin banyak orang yang mengalami sukacita pemuridan. Doakan saya sukses🙂

And the things that thou hast heard of me among many witnesses, the same commit thou to faithful men, who shall be able to teach others also. Thou therefore endure hardness, as a good soldier of Jesus Christ.

(2 Timothy 2:2-3, KJV)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s