that’s how we spent weekend (part 6)

Sabtu saya cuma ikut OpenHouse PMK OHa, emang tahun ini panggilannya mudah-mudahan bisa ikut serial OpenHouse lengkap deh. Acaranya berupa talkshow, tapi entah mengapa sugesti waktu saya ga bisa diajak kerjasama (baca: bosen). Pulang-pulang, saya bareng sama Geng Dago Atas 2011, yaitu Mona, Suwika, Nadka, dan tiga orang lagi, mungkin kapan-kapan bisa kenalan. Mereka semua lucu-lucu lho, bahkan ada yang baru nyadar pergi ke gereja yang sama, kayaknya bakal janjian gereja bareng, tuh. Lima orang turunnya di Kanayakan, menyisakan saya dan Nadka, karena dia tinggal di kosannya Rani yang jaraknya cuma beberapa langkah saja. Hari ini turunnya di gang abis Jayakarta, jadi bisa nganterin Nadka. Lucunya, dia baru tahu jalan yang abis Jayakarta dan adanya ATM Center di deket kosan, sehingga ga usah jauh-jauh ke simpang. Gapapa deh bisa berbagi, biar memudahkan hidup huga. Dia sempet cerita-cerita tentang kosannya dan rumahnya di Jakarta, mudah-mudahan dia gak bingung kenapa gw tau banyak, kan gw juga anak gaul Jakarta SelatanšŸ™‚

Minggu, gereja pagi bareng Mba Upi. Berangkatnya rada telat, tetapi untungnya nyampe gereja pas lagu pertama baru mulai beberapa detik. Rupanya, menjelang 17Agustusan, tema khotbah di gereja adalah kebangsaan, intinya kita sebagai murid Kristus harus bisa menampilkan kesaksian hidup kita sebagai murid yang keren dimanapun kita berada. Lagu pujian kali ini kebetulan saya kenal semua, terutama lagu awalnya itu seperti NYTB nomor 200, coba nomor 113 *kangenrumah.

Abis gereja bareng, ketemuan sama Kak Irene, terus sarapan bareng. Ternyata dua hari kemarin kak Irene ga ngangkat telepon karena ga nyadar, jadi semua orang panik, terutama nyokapnya. Setelah itu, pisah, Kak Irene mau pulang, saya nemenin Mba Upi main-main Ā Ā membantu penelitian temannya, yaitu dengan cara mainan marmut. Jadi, temennya Mbak Upi melakukan percobaan dengan objek marmut, katanya sih menguji penggunaan selasih buat krim kecantikan. Jadi marmutnya yang digunakan ada dua, Ujang dan Yuri. Mereka lucu sekaliii~ Uuuuuh~ Mbak Upi mencukur bulu mereka, terus dibersihkan (saya yang bersihkan) kemudian kedua marmut itu diolesi dengan krim penguji. Ujang tuh marmut gendut yang sangat sans, jadi geraknya ga banyak, sedangkan Yuri rada hiperaktif, gampang ngambek, bahkan sarung tangan Mbak Upi tercabik sebagian. Saya sih hari ini rada iseng, si Yuri dideketin sama Ujang, mereka malah seneng. Di tengah permainan, tiba-tiba nyokap nelepon dan agak kesel karena kemaren ditelepon, dan cerita kalau kemarin dia ke Kampung Cina di Cibubur (kalo ceritanya udah kayak gini pertada kangen gw) terus kakak gw nanyain terus kapan gw pulang. Waaah banyak yang kangeeen~ Lanjut lagi deh mainnya. Setelah main bersama mereka, pergi ke himpunan. Di sana main PES sama StreetFighter sama Frank, karena kalah mulu gw lanjut tidur siang. Sebelumnya minta tolong Ajay buat bangunin kalau mau briefing, eh dianya malah ketiduran. Ckckck.

Briefing bentar terus nemenin Ryanti belanja sayur ke Superindo. Jadi bingung, kenapa semua ternit yang mau belanja bahan makanan pasti pada minta tolong ditemenin sama gw? Kayaknya boleh juga nih buka Pasar Modern, kalau bisa kayak yang di luar negeri. Balik ke kampus, ada urusan bentar, setelah maghrib makan bareng temen di Katio, udah lama juga sih ga makan bareng dia hihihi. Setelah itu pulang ke kosan, main sama Nasya dan Attaya, menulis, dan tidur.

Seneng!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s