Brother and Sister Vacation: Youth Camp Mawil X, Day 3

Hari ketiga dimulai dengan bangun telat, sekitar pukul 06.15. Dengan terburu-buru, langsung renungan di kamar bersama Kak Frida, Kak Priscil, dan Gaby dengan tema “Penting dan Mendesak.” Kayak Jendela Johari aja deh.

Selesai renungan, lanjut mandi. Ternyata airnya mati, sodara-sodara -___-. Jadinya numpang di kamar mandinya Kak Martha di lantai bawah. Airnya lancar disana. Mungkin karena penghuni kamar di bawah pada make semua jadinya pompanya ga kuat ke atas. Abis mandi, sarapan pagi dengan nasi kuning. Di sana ketemu sama Neil, anaknya Om Nikki. Tambah deh yang harus dijagain selain Ocha Kecil. Ngomong-ngomong, kelakuannya si Neil mirip sama Gladwyn, cuma bedanya si Neil lebih iseng dari Gladwyn. Untungnya, hari ini Neil maunya sama mamanya. Hahaha.

Kali ini, Ocha Gede jadi singers lagi, jadinya si Ocha Kecil saya lagi yang jagain. Tapi hari ini jagainnya sama Kak Beka dan Kak Posma. Pas lagi pujian, si Ocha Kecil posisi kakinya nendangin saya mulu, jadinya agak improvisasi dikit deh biar ga keganggu. Oiya, team altarnya sebagian besar dari Makedonians, cuma satu singer sama pembicaranya doang yang enggak, tapi ibadah Minggu ga bisa pindah kesini. Jauh men.

Yang khotbah di ibadah pagi tuh Pak Charles. Rambutnya sudah putih semua. Temanya adalah Just Do It. Dapet akronim baru lagi nih, C.H.R.I.S.T, yang merupakan beberapa dari Christ’s characters. Pokoknya diingetin lah supaya lebih proaktif lagi.

Abis kebaktian, balik ke kamar buat ngambil nametag, lalu latihan buat talent show. Pokoknya kelompok saya menampilkan tarian dari 7icons dan sedikit fashion show (walaupun berujung kripik). Lagi-lagi Kak Frida ketuker antara nama saya dan Kak Priscil, padahal sekamar laaaah~

Talent show diawali oleh penampilan para Gembala, Pendeta, dan Majelis, yang menampilkan lagu Sekolah Minggu, soalnya Ocha Kecil hafal lagunya. Yang lucunya, pas gerakan angkat tangan ke atas, tangannya Om Logis ga nyampe ke tangannya Om Gurning. Abis itu, penampilan dilanjutkan oleh kelompok anaknya Om Logis (Yosafat dan Christine), beberapa kelompok, kelompoknya Mispha (seorang perempuan yang berperan sebagai cowok playboy, maklumlah, Mispha kan mirip cowok), beberapa kelompok, kelompok saya, beberapa kelompok lagi, kelompok kakak saya (percakapan tukang cukur yang diperankan oleh Kak Indra), beberapa kelompok lagi, kelompoknya Bang Ricky (Opera van Mawil X, lucu pisan laaah~), dan ditutup dengan penampilan para panitia. Selesai talent show, pengumuman pemenang secara umum (kelompok Bang Ricky yang menang), lalu foto bersama seluruh peserta di lapangan tenis dan taman. Pas di lapangan tenis, posisi foto saya jongki, lho! Kuat, kan? Abis di lapangan tenis, lanjut di tangga taman, ternyata kamera kakak saya multi click-nya diaktifin, katanya hasilnya kayak stopmotion Shau the Sheep -__-. Abis foto, makan siang dengan menu rendang (Thanks God bukan telor lagi!), packing, terus persiapan pulang. Pas packing foto bersama penghuni kamar dulu HAHAHA. Pas di kamar si Gaby nanya ke Kak Frida,

G: Kak, itu yang artis itu beneran jemaat GMII?

KF: Iya, katanya sih dari Makedonia.

Gw: (gw kirain Om Nikki) yang Worship Leader tadi?

G: Iya tuh, gw sering liat di Indos**r, perannya jadi bapak-bapak.

Gw: (baru ngeh) Yang tadi tampil di talent show jadi tukang cukur?

G:  Iya kak🙂

Jadi, selama ini, saya satu gereja sama artis???! *berlebihan *gapenting *makanyaseringpulangdong

Abis packing, bawa barang-barang ke deket tronton, foto-foto bareng pemuda Makedonians, terus saya nyusruk ke got gara-gara semangat kieu. Terus ada jemaat GMII yang minta foto bareng sama Kak Indra. Ngobrol sama Kak Martha dan Kak Posma, tadinya sih dari awal emang udah niatan mau minta bayaran limariburupiah buat semua yang mau foto bareng Kak Indra, tapi ga jadi, soalnya gak tega. Terus ternyata semua pemuda Makedonians yang jadi peserta (karena remajanya pada bareng Om Gurning dan Pak Gem serta Om Logis) ditaruh di satu tronton karena tujuannya sama semua, UKI Cawang. Di tronton tersebut ternyata semuanya turun di UKI, meninggalkan dua orang panitia, seorang supir, dan Kak Nano. Ternyata Kak Nano tinggal di Kampung Rambutan, dan meninggalkan motornya di checkpoint terakhir, GMII Filipi. Sepertinya dia agak menyesal membawa motornya.

Di dalam tronton, kerjaan kami hanya melawak saja, bersama pemuda Makedonians, Kak Sarma, Party, Kak Joshua (dari Logos), dan Grace. Sempet juga ngegodain Kak Billy dengan memamerkan makanan (karena Kak Billy di tronton belakang), lalu tukeran makanan dan minuman dengan Kak Billy dan Kak Nia di tronton belakang. Sepanjang jalan, Kak Nano kerjanya hanya tidur saja, kalau ada makanan dia langsung bangun, makan, terus tidur lagi. Kebetulan, saat itu jalanan sangat macet, jadi tindakan absurd seperti turun dari tronton untuk beli makanan terus lari ngejar tronton untuk naik lagi adalah hal yang lumrah. Ada kejadian lucu juga antara saya dan nyokap di telepon

M: Dek, kalau udah satu arah jalannya langsung telepon mama yaa.

Gw: Oke ma.

*tutup telepon

Jalanan langsung satu arah. Ajaib.

Lewat Taman Safari, jalanan kosong jaya, tapi tronton 4 yang paling belakang tiba-tiba mogok gara-gara kipasnya bermasalah, tapi tronton saya harus nungguin karena prinsip dari para drivernya adalah semua tronton harus balik bareng. Rada lamaan nunggu, nyokap nelpon *kayaknya udah stres nungguin di UKI, terus ngasitau ke abang saya kalau saya dan abang jadinya dijemput di Ciawi. Setelah trontonnya beres, pindah ke mobil panitia, lalu diturunkan di Ciawi. Nunggu sejaman, baru dijemput sama nyokap.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s