things I learned today (part 0x)

Hari ini serasa jadi cewek perkasa.

90 boks makanan DIANGKAT SENDIRIAN? lewat.

2 boks aqua berisi 48 gelas air DIANGKAT SENDIRIAN? lewat.

jagain tempat biar gak diambil orang? lewat.

ngangkat properti lain dan melakukan segala sesuatu yang HARUSNYA dilakukan oleh lelaki? lewat.

udah gitu, masih dianggap manja dan diprotes semua tindakannya sama beberapa orang. Emang saya terbuka sama kritik, tapi coba kamu yang di posisi saya, ngurus semuanya sendirian, stres mikirin apakah makanannya cukup, gak ada yang mau bantuin, dan kamu yang mungkin cuma numpang lewat ngambil minum dan nitip barang berkomentar macam-macam. Kasih solusi lah atau bantuin dikit, bukannya protes dan membandingkan saya dengan orang lain. Situasinya beda mbak, yang kamu bandingkan itu teman yang menangani 10 orang dengan surplus makanan, dan kondisi sekarang adalah saya harus menangani ratusan orang sambil berdoa supaya kamu bisa dapat makanan. Udah gitu kamu ngebandingin CEWEK sama COWOK. Mungkin kamu tidak pernah dalam kondisi saya sehingga kerjaannya hanya protes melulu.

Memang kali ini saya terjebak dalam situasi yang sangat sulit, kalau orang biasa mungkin akan bunuh diri (perasaan kondisinya begini terus deh). Harus mengatur segala sesuatu sendirian bahkansampe sesuatu yang seharusnya saya lakukan. Tapi di dalam keadaan yang gak sans ini tetep ada aja yang dibuat Si Bos biar saya bisa tetep senyum. Kalau saya bilang, cerita 5 Roti dan 2 Ikan versi nasi box. Kalau dihitung dari jumlahnya, nasinya enggak cukup malahan (ini beneran, gw ngitung jumlah nasi kotaknya). Tiba-tiba bisa aja nasinya dibagi-bagi cukup ke semua, bahkan wisudawan dapet nasi, pokoknya yang berhak dapet nasi kebagian deh. Sayangnya ada beberapa orang yang mengharap jatah sisaan pada enggak kebagian semua, tapi snacknya cukup kok. Intinya semua orang tetep bisa makan, walaupun ada yang protes-protes tanpa solusi. Kata nyokap sih, biarin aja dia ngomong apa, yang penting saya udah lakukan bagian saya.

Yang pasti, hari ini saya belajar tentang harus berempati. Lain kali jangan asal nuduh orang, harus mikir sepuluh kali, bisa aja kita bikin hati dia tambah kesel tanpa tau latar belakang masalahnya. Kedua, jangan bandingkan suatu kejadian yang mirip, bisa aja pada zaman yang kita bandingkan keadaannya tidak seperti sekarang, mungkin sekarang lebih rumit, jadi maklumin aja. Yang ketiga, percaya aja kalau Tuhan ngasih yang kita butuh, bukan yang kita ingini. Yakin aja kalau semuanya pasti dicukupkan.

Seperti biasa, kalau cerita hal beginian ke semua orang, pasti semua langsung bingung, dimana poin manjanya? Dan pertanyaan kedua, dimana cowoknya?

Maaf yaa dari kemaren ceritanya ngeluh terus. Abis kalau misalnya ngomong nanti salah lagi.

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s