minggu hektik

tadinya mau cerita soal magang sehari di kantor nyokap yang super ngehits itu, tapi mager, ya sudahlah.

Minggu ini dimulai dengan kehektikan karena Bandung-Jakarta katanya sih 8 jam karena kendaraan ngantri, bahkan pada parkir di Cipularang saking ga bisa jalan-nya dan gak jelas kenapa. Peristiwa itu menyebabkan mobil travel saya tak datang-datang. Belum lagi sms mendadak soal panggilan sayang dari kapsrod sehingga saya panik luar biasa. Akhirnya diputuskan supaya saya naik bis. Naiknya dari Kampung Rambutan, karena tiap 10-15 menit bisnya ada, soalnya kalau di Lebak Bulus agak gak tau sequence-nya.

Kehektikan milih bis dimulai dari Pasar Rebo. Saking sayangnya bokap sama anak perempuan satu-satunya, beliau bingung milih bisnya yang mana.

Gw: Ini aja pak, bisnya, udah mau jalan tuh

Bokap: Nggak, bisnya jelek, merknya gak jelas

*dan begitu seterusnya sampai 5 bis berikutnya*

Akhirnya nemu bis juga (terima kasih, Pak!) langsung naik, terus saya nangis gara-gara masalah pencemaran nama baik itu, dan gara-gara saya nangis, pedagang asongan pada gak nawarin dagangan ke saya *yeay*. Perjalanan pun dimulai.

Pertama-tama bisnya berjalan kencang, namun, setelah bensinnya diisi, kecepatannya melambat bak siput berjalan, bahkan truk pun jalannya masih lebih cepat. Hanya di turunan saja jalannya kencang, mungkin akibat efek gravitasi. Pas di Padalarang, sempat terpikir untuk melarikan diri dengan taksi GR, namun terlambat, bisnya udah keburu masuk tol.  Sampai Pasirkoja, mata melirik kiri kanan, melihat antara BlueBird/Cipaganti/GR yang nganggur untuk dinaikin (saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 12.45, dan ada kuliah pukul 13.00), begitu ketemu di perempatan Kopo ada GR nganggur, langsung turun dari bis dan naik taksi. Kondekturnya sempat kecewa, kata beliau mending cari taksi di Leuwipanjang saja (pas lewat sana, taksi sih ada, tapi taksi-taksi dengan argo kuda yang tarifnya seharga tiket travel saya yang biasa). Naik taksi, langsung capcus ke kampus. Titip barang di Roncil, eh ketemu Bang Bedog, disuruh cabut, tapi ya tetep kuliah aja, mumpung boleh masuk ini. Sampe kelas pukul 13.15, cepet juga ternyata pake taksi.

Abis kuliah, bahas soal kasus “salah interpretasi data seismik” sama sesama asisten (soalnya saya jadi takut buat ngasisten), terus balik. Tepar.

Keesokan harinya, masih tepar, bela-belain buat ngasisten. Lagian, setelah konsul ke para senior sama temen, emang kalau saya sesuai prosedur ya sok aja jalan terus, ga usah mundur. Dan ternyata di tengah jalan para asisten pada gak bisa hadir tepat waktu, jadinya saya one man show deh. Pas praktikum, puji Tuhan lancar terkendali, walaupun ujung-ujungnya jadi kayak ngajar anak TK karena kalau ada kesalahan gak boleh ngebentak, nanti ada salah interpretasi data lagi. Sekilas, pada hari ini suasana baik-baik saja, dilengkapi dengan aksi gombal bapak VP merangkap partner-in-crime saya (bahkan hampir terjadi insiden sepayung berdua). Jarang-jarang tuh, padahal sebagai VP yang baik harus jaim, berwibawa, dan charming.

Ya, itu dulu deh. Besok harus nyiapin presentasi buat tubes CHRM, persiapan presentasi MitBen, dan kombo UTS ISR dan presentasi CHRM dalam sehari, dimana keduanya berbobot besar.

Hek to the tik. Te to the par.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s