SPE SC ITB Trip : Chevron Geothermal Salak

let’s say that He answered my pray, finally after about a year, to visit this place

Ceritanya, Rabu lalu, bisa dibilang saya dan dua teman saya dari Teknik Geo* ITB terpilih untuk ikut jalan-jalan ke Chevron Geothermal Salak. Buat saya, jalan-jalan ini sangat berkesan, karena emang kebetulan itung-itung senang-senang sambil dapat pencerahan buat TA, dan, rasanya kayak orang yang seneng banget karena doanya dijawab, setelah nunggu setahun.

Saya pergi bareng Cantika dan BayPer. Tadinya si partner-in-crime hampir gantiin si BayPer, tapi di menit terakhir tiba-tiba BayPer mau ikutan. Berangkatnya jam 03.00 dari Bandung, puji Tuhan dapet tumpangan di kosan Cantika, emang kalau Tuhan yang udah kasih, jalannya semulus jalan tol😀. Udah gitu, di kosan Cantika akhirnya kesampaian juga masak bareng sama Cantika, kami bikin lasagna (dan berakhir sebagai makan malam kami di bis dalam perjalanan pulang).

Perjalanan di sana, kalau dari Bandung, sekitar 5-6 jam, udah dihitung dengan berhentinya juga. Gosipnya sih lewat ke persimpangan menuju kebun bapak saya, tetapi mengingat saya tertidur, jadi gak tau kebenarannya. Sampai di tempat tujuan pukul 08.30. Suasana tempatnya sih kalau dibilang KEREN BANGET, soalnya di atas gunung sendiri, suasananya hijau, banyak pohon, dan pemandangannya indah..

Di sana, sistem pengamanan dan keselamatannya lumayan ketat, maklum, daerah ini merupakan kawasan hutan lindung dan kondisi geografisnya membutuhkan kehati-hatian ekstra. Bahkan, pas penjelasan awal, kami diingatkan untuk hati-hati sama tawon hutan, ya namanya juga di hutan sih. Bahka

Pertama-tama, kami digiring menuju Multi Purpose Room untuk mendengarkan penjelasan a.k.a kuliah langsung dari ahlinya tentang Geothermal. Mengingat ini hajatannya anak Teknik Perminyakan, pastinya yang dibahas ya seputar kebutuhan mereka, seberti soal pemboran, sumur, dan lain-lain. Pas sesi penjelasan, tak disangka saya dapat pencerahan tentang si T*,

AKHIRNYA SAYA NGERTI SI BAPAK NGOMONGIN TENTANG APA DARI OKTOBER LALU. *pulang dengan bangga dan muka berbinar

Setelah selesai kuliah singkat, ada sesi tanya jawab, lumayan heboh sih, untungnya saya dapet kesempatan, yasudahlah akhirnya saya nanyain hal-hal yang mengganjal di hati mengenai geothermal (sekalian bahas si T*, mumpung ada kesempatan, sama ahlinya).

Selesai sesi senang-senang, kami dikasih makan siang (yang sangat enak :9) dan jalan-jalan ke salah satu sumur di sana. Sayangnya pas abis makan tiba-tiba ujan deras, jadi cuma bisa ngeliat dari bis, untungnya ada Pak bukan-bos-dosen-wali-walau-namanya-sama dari Chevron yang menjelaskan tentang si sumur. Abis mendengarkan penjelasan tentang sumur, kami muterin si lapangan tersebut, ketemu juga sama cooling tower yang pernah dibahas pas Geothermal Seminar lalu, pas banget yang bawain dari sini juga. Abis mengitari lapangan, kami diarahkan ke control room (ruang yang mengatur yang berhubungan dengan sistem eksploitasi panas bumi, seperti sumur, aliran injeksi, turbin, dan aliran listrik yang dibangkitkan oleh si panas bumi). Di control room tersebut, kami dijelaskan tentang sistem dalam suatu pembangkit listrik tenaga panas bumi sehingga terjadi listrik yang dialirkan ke masyarakat, termasuk yang, mungkin saja, saya nikmati sekarang. Mengingat saya agak gak mudeng soal beginian, ya terima-terima aja sekaligus sedikit kagum dengan apa yang saya pelajari, ternyata (nanti, amin) pekerjaan saya bermanfaat untuk kesejahteraan orang banyak, ya, walau gak langsung :’)

Tentunya, suatu jalan-jalan gak lengkap tanpa adanya foto-foto. Terima kasih untuk bapak-humasnya yang mengizinkan kami untuk foto-foto, dengan suatu kalimat sakti :

“Kan pemandangan sumur, cooling tower, dan lain-lain emang lumrah ya, semua orang juga tau, tapi jangan lupa minta izin dulu, kalau diperbolehkan, ya sudah, kalau di zona gak aman ya jangan foto-foto”

Malahan ada bapak-bapak yang bela-belain foto bareng Cantika, terus minta dikirimin ke bb-nya🙂 Saya, Cantika, dan BayPer gak kalah heboh juga dong, tapi kami nunggu sepi dulu, malahan si BayPer lebih jaim lagi, dia nunggu sepi dulu baru mau, terus doyan. Dasar.

Acara diakhiri sekitar pukul 14.30 dengan penyerahan kenang-kenangan oleh bosnya SPE SC Bandung ke pihak Chevron dan foto bareng sama bapak yang nemenin kita selama di Chevron🙂 Abis itu langsung ke Bandung dan tiba di kosan pukul 21.30. Capek tapi seneng🙂

Akhirnya, terima kasih kepada Chevron Geothermal Salak atas kesediaannya menerima kunjungan saya dan teman-teman. Semoga di lain waktu, saya (dan, kalau diizinkan, beserta partner-in-crime saya) akan kembali LAGI ke sini dengan status berbeda. Amin.

Epilog:

Setelah kunjungan, BayPer sama Cantika sempet nanyain:

“Abis ke sini, yakin mau lanjut ke Geothermal?”

Saya:

(dengan yakin) ” Iya!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s