still, those mentoring stuffs

jadi, ceritanya minggu ini saya bikin terobosan baru, saya pengen denger aspirasi dari mentor dan calon anggota kelompok, mereka maunya siapa. walaupun belum tentu dikabulkan, tapi gak ada salahnya untuk memberi pendapat, kan?

mungkin aja teman-teman saya pada bingung, sebenarnya kan saya punya hak untuk ambil keputusan sendiri, tapi kenapa saya malah milih buat menghabiskan waktu untuk minta pendapat? sebenarnya sih saya memang terbiasa untuk minta pendapat, karena saya sering merasa kalau pendapat saya sering tidak didengar. sebuah Hukum mengatakan bahwa saya harus melakukan kepada orang lain terlebih dahulu segala sesuatu yang saya kehendaki untuk orang lain lakukan kepada saya.

pas saya menampilkan nama-nama mentor, tiba-tiba saja peserta kuliah heboh. kenapa? mungkin karena mereka gak nyangka kalau dikasih kesempatan untuk milih (walaupun belum tentu pilihannya dikabulkan, masih ada pertimbangan lain soalnya). hal ini juga memberi kelegaan kepada saya, karena ini juga menyebabkan jumlah mentornya nambah. bahkan ada kabar lain yang bikin saya bahagia, peserta kuliah ada yang bertekad untuk jadi mentor. legaa~

dan, ternyata, berbagi kebahagiaan itu sederhana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s