Review : Ola Family Spa and Reflexology

Jumat kemarin, saya memutuskan pijet ke Ola. Pertama, karena promo di disdusnya lumayan heboh, dan cek di akun socmed mereka, ada promosi diskon sekian persen kalau dateng di weekdays sebelum jam 2 sore. Kebetulan Jumat lalu saya lagi di luar rumah, dan kosong jam segitu, jadi saya cek-cek ombak ke sana lah, sekalian survei kalau mau pake voucher disdus apakah layak dicoba atau nggak.

Tempatnya lumayan tricky sih, kalau di iklannya dibilang kalau posisinya di depan Jonas Banda, namun pada kenyataannya, emang di depan Jonas Banda sih, tapi baru gang masuknya. Posisi tepatnya ada di Jalan Bahureksa depan Penabur. Kalau jalan kaki masih manusiawi kok. Kalau bawa mobil, parkirannya rada kecil.

Seperti tempat-tempat pijat pada umumnya, saya cek dulu apakah ada plang buka apa nggak, soalnya dari luar ngga keliatan kaan. Habis itu, baru buka pintunya, karena di sini ga ada greeter yang buka pintu. Pas masuk ke dalem, interiornya lucu banget :3 kayak kafe-kafe lucu di Bandung. Jadi, sepertinya Ola ini adalah tempat pijet berkonsep kafe lucu, gak kayak tempat pijet lainnya yang kesannya kayak tempat meditasi atau berkesan m*sum. Kalau doyan fotofoto, apalagi selfie, siap-siap bawa kamera yaa. Kalau perlu bawa tongsis sekalian.

Stafnya agak ramah, dan sesuai dengan konsepnya yang ceria, hampir semuanya pake poloshirt warna cerah. Pas saya nanya-nanya tentang menunya, mereka dengan fasih menjelaskan, dan ngasih tau soal diskon-diskon terselubung, tanpa saya tanyain. Oiya, nama terapi yang ditawarkan lucu-lucu lho, dengan daftar harga yang umumnya diakhiri dengan angka 8. Pilihan minyak, kalau mau pijet pake minyak, juga enak-enak aromanya, ada aroma bunga, jahe (atau sereh ya?), sama lemon. Langsung booking buat back massage (karena saya mau refleksi minggu depan), gak lama kemudian, datanglah welcome drink sama handuk dingin. Pas nunggu, ada gak enaknya juga sih, karena resepsionisnya suaranya cukup kenceng buat manggil terapisnya, ya tapi maklumin aja sih, namanya juga konsep kafe lucu kan, bukan tempat meditasi.

Gak lama kemudian, terapisnya dateng. Uniknya lagi, ruang tunggu sama tempat terapinya tuh dipisahkan oleh korden, jadi awas kelibet yaa *pengalaman pribadi*. Disini, ruangan pijetnya terbagi-bagi jadi untuk yang satu orang dan dua orang, gatau kalau tempat refleksinya. Tempat cuci kaki sebelom pijet di tempat ini pake baskom biasa aja, walaupun dari luar terlihat seperti tempat yang dipaten kayak wastafel. Kalau mau nyimpen barang, space-nya cukup besar kok, muat untuk satu tote bag gede, gatau kalau bawa backpack.

Terapisnya lumayan ramah, gak SKSD juga, dan pijatannya enak. Metode pijatnya juga baru dan dia komen kalau bahu saya super kaku dan badan saja merah semua tanpa dikerok (kalau untuk hal ini, sudah 90% terapis pijat yang saya temui mengatakan hal yang sama). Empat puluh lima menit pun tak terasa dan saya berhasil ketiduran!

Selesai pijat, dapet wedang jahe anget tanpa di-request. Bayar ke kasir, disuruh ngisi kuesioner kepuasan pelanggan. Sayangnya, beberapa pertanyaan di kuesioner ngga disosialisasikan, kayak nama terapis dan nomor ruangan, jadinya bingung juga, hahaha.

Kesimpulannya, apakah saya puas? Sementara iya, tapi liat nanti pas abis refleksi ya.

=====

Ola Family Spa and Reflexology

Jalan Bahureksa No. 23 Bandung (depan Sekolah Penabur)

Opening hours : 10 am to 10 pm, everyday

Phone : (022) 4234253

Range harga : Rp 60.000,- to Rp 300.000,-

Fore more information, check their page here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s