Review : Registrasi a.k.a Buat PO BOX di Bandung Raya

Ceritanya, karena rumah saya mau pindahan (lagi) ke middle-of-nowhere (literally) maka nyokap nyuruh bikin PO BOX supaya kalau orang mau ngirim tagihan, e.g. membership S*EG atau S*PE dan postcrossing gampangan dikit dan pasti ga basah (mestinya sih) 

yowes, dengan ditemani Mbak Hani, temen aku dari postcrossing, jadilah kami ke KP Bandung Asia Afrika, Mbak Hani mau ngirim postcard dan aku mau bikin PO BOX. Lagian udah jam 2 juga, KP deket kocan juga udah tutup (dan emang tadinya udah bimbang antara Asia Afrika atau Dago karena masalah waktunya)

Puji Tuhan banget bareng sama Mbak Hani, jadinya ngurus PO BOX lancar ihiy!

Langsung aja, berikut cara ngurus PO BOX di Bandung Raya, per Juli 2014 :
1. Lapor ke kamar PO BOX, bilang buat perorangan, kalau ditanya alasannya, biasanya untuk sahabat pena atau surat-suratan atau kirim2 kartupos. Hal ini biasa ditanya karena ada dua jenis tarif sewa PO BOX, yaitu perorangan atau perusahaan, biasanya perusahaan itu buat naruh lamaran kerja dan tarifnya 1.5 kali perorangan, makanya wajar aja bapaknya nanya.
2. Bawa fotokopi KTP sesuai kota yang merupakan lokasi kantor posnya. Kalau kita perantau, bawa fotokopi ktp kita dan temen yang domisilinya sesuai kantor posnya
Misalnya aku bikin PO BOX di Bandung tapi KTP-ku bukan Bandung, maka aku bawa fotokopi KTP aku dan temanku yang KTP-nya Bandung. Inilah kenapa bersyukur banget ditemenin Mbak Hani, karena KTP-nya Cimahi Raya. Tapi gatau kalau di tempat lain gimana, apakah diperbolehkan atau engga. Kalau di Bandung sih boleh. Mending tanya ke petugasnya daripada ngotot-ngototan, karena peraturannya memang KTP sesuai kota tempat kantor pos.
3. Isi formulir. Di kolom nama, tulis nama pemohon, kolom alamat tulis alamat kita, dan di kolom nomor telepon tulis nomor telepon kita. Kalau misalnya kita pake KTP temen, alamatnya pake alamat temen yang dipinjem KTP-nya. Pastikan temen anda bener-bener mempercayai anda dalam urusan peminjaman identitas ini.
4. Pilih nomor cantik a.k.a alamat kodeposnya. Pastikan lokasinya sesuai fengshui dan mudah dijangkau oleh badan. Biasanya petugasnya bakal merekomendasikan beberapa nomor, tapi kalau ga sreg minta daftar nomor yang kosong aja terus pilih nomornya dari situ. Kalau mau minta nomor customized juga bisa, tapi harganya mahal. Mending pakai yang ada aja. Toh banyak yang kosong juga.
5. Bayar ke bapaknya, lalu tunggu diberi slip pembayaran dan alamat PO BOX kita.
6. Kalau di Bandung Asia Afrika, langsung disuruh bapaknya untuk tunggu pemasangan kunci loker PO BOX kita, sekitar 15 menitan, lalu kunci pun diberikan, dicek lancar apa enggaknya, dan akhirnya PO BOX bisa dipakai Kalau di tempat lain gatau juga apakah disuruh tunggu apa engga, kalau dari hasil browsing sih bisa tunggu sampai 3-7 hari baru ambil kunci.

Harganya berapa? (per Juli 2014)
Kalau perorangan Rp 84.000,- per tahun (nomor PO BOX biasa), tapi gatau juga di tempat lain
Untuk nomor PO BOX customized (kayak yang buat undian2 itu), harganya Rp 100.000,- per bulan, tapi gatau juga kebijakan di tempat lain
Biaya pasang kunci Rp 30.000,- kata bapaknya kuncinya standar internasional dan bentuk lubang kuncinya emang kayak kotak pos arr*egui yang dijual di a*ce hardware. Biaya ini dibayar pas registrasi pertama aja atau pas kuncinya ilang.

Bisa dibuat dimana sih PO BOX?
Kata bapaknya, PO BOX bisa dibuat di kantor pos yang kepemilikan gedungnya merupakan milik PT Pos Indonesia, biasa ditandai dengan posisi kantor pos yang di satu kavling sendiri atau bentuk kantor posnya seperti rumah berhalaman. Kalau di Bandung, banyak kok yang nyediain PO BOX, gak harus ke Asia Afrika, bisa ke Cipaganti, Dago, Lembang, atau beberapa kantor pos yang bentuknya rumah. Jadi kalau yang bentuknya kios pos atau di ruko2 gitu biasanya ga ada PO BOX-nya ~ Gampangnya, biasanya PO BOX ditemukan di Kantor Pos Besar di kota/kecamatan.

Begitulah kira-kira ~ Jika ada kesamaan dengan posting di KPI, memang yang nulis sama kok, aku juga hihihi ~
Jangan lupa main ke alamat pos baruku yaa~

3 Comments

  1. Terima kasih mbak untuk infonya. Saya belakangan ini tertarik postcrossing juga. Tapi masih newbie banget, jumlah sent/delivered postcard baru 10an. Rencananya bakal kuliah di daerah Bandung. Karena di sana bakal ngekos dan nggak ada saudara yg punya rumah di sana, saya jadi kepikiran bikin PO BOX juga. Mungkin emang rada alay sih, toh belum urgent banget buat bikin PO BOX. Nah masalahnya kan kalau ngekos bisa jadi pindah-pindah tergantung kondisi dan nggak enak juga sama ibu kos kalau alamatnya ‘dipinjem’ buat sekadar hobi kirim-kirim surat/kartupos. Sempet kepikiran pakai alamat universitas, tapi kayaknya malah jadi alay banget masa pakai alamat instansi penting buat hal yang nggak penting (bagi instansinya).
    **Duh malah curhat😦

    • kalau buat kirim-kiriman biasanya ibu kosnya ngerti kok, dulu pas awal postcrossing aku pake alamat kos, malahan kirim-kirim paket olshop juga. banyak kok anggota postcrossing yang pake alamat kosan ~
      kalau alamat universitas juga udah pernah (gara-gara temenku) dan kartunya dipajang sama bagian TU ._.
      ya tapi semua terserah pilihan masing-masing sih hihihi

      • Kalo alamat kosan takut nggak nyampe juga, krn tempatnya masuk-masuk gang senggol gitu. Dulu aja kalo pake alamat desa pasti nyampenya di rumah bu kepala desa, jadi ibunya yg anter ke rumah, padahal pake alamat rumah saya lho.
        Berarti pake alamat universitas itu nggak recommended ya.
        Hihi terimakasih kak udah mau jawab pertanyaan saya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s