Review : Warung Boncell Kota Baru Parahyangan

Akhirnya setelah didera deadline berlebihan bisa nulis review lagi :’)
Seperti biasa, tempat yang saya review umumnya memberikan pelayanan luarbiasa memuaskan untuk saya yang tampangnya super tidak meyakinkan ini, jadi mestinya sih terpercaya.

Langsung masuk saja ke inti review ya🙂

Kemarin, secara impulsif, saya dan teman-teman tiba-tiba ingin melihat matahari terbenam. Karena saat itu waktu menunjukkan jam lima sore, maka pilihan yang tersisa adalah Warung Salse Dago dan Kota Baru Parahyangan. Karena teman-teman saya sekalian ingin lari malam, maka pilihan jatuh ke Kota Baru Parahyangan.

Bertujuh, akhirnya kami bergerak menuju Kota Baru Parahyangan dengan menebeng mobil Nina. Oiya, lupa saya jabarkan, saya pergi bersama dengan teman-teman dari Nebengers #TeamBandung lho! Jadi jalan-jalan kami full sharing macem-macem. Ada yang share nyetir, mobil, bensin, biaya tol, parkir, gorengan, bahkan doa! Saya kebagian bayarin parkir sama tol, hehehe. Seru kan? Makanya join Nebengers! *iklan terselubung*

Tiba di Kota Baru Parahyangan jam 6.30 petang, maka cerita mau lihat sunset batal. Karena teman-teman yang Muslim mau shalat, maka pitstop pertama adalah Masjid Al-Irsyad di Kota Baru Parahyangan, yang kami sebut sebagai Masjid Ridwan Kamil, karena yang merancang adalah Kang Ridwan Kamil (Walikota Bandung). Sambil menunggu shalat, saya dan teman saya yang tidak shalat tidur-tiduran di dalam masjidnya, ternyata interiornya bagus ya🙂 view keluarnya pun keren banget *jadi pengen nanti kalau nikah di chapel yang viewnya bagus, atau outdoor di puncak bukit sekalian yang penting viewnya bagus*

Setelah teman-teman saya shalat Magrib dan Isya, maka perjalanan pun dimulai. Teman-teman saya yang tergabung dalam NebengersBandungRunners (Papato, Ruli, Azkal, Nina) berganti kostum untuk lari malam dengan rute Masjid Al Irsyad – Bale Pare, sedangkan saya, Rhea, dan Alpi masuk ke mobil Nina untuk menuju Bale Pare. Rhea tidak ikut lari karena fisiknya sedang tidak memungkinkan, sedangkan saya dan Alpi tidak lari karena ga bawa perlengkapan lari.

Sampai di Bale Pare, hal yang pertama kami lakukan adalah mencari tempat makan. Oiya, Bale Pare ini merupakan food court outdoor di Kota Baru Parahyangan. Kalau siang hari, di lantai 2 Bale Pare ada studio 4D yang memutar film-film edukasi. Karena Rhea sedang ingin makan yang lebut dan hangat, kami berupaya mencari bubur. Namun tidak ada kios yang menjual bubur. Setelah muter-muter, akhirnya pilihan jatuh pada Warung Boncell karena satu hal sepele, tempatnya tertutup sehingga Rhea yang sedang sakit tidak akan kedinginan.

Saat tiba di Warung Boncell, ada suatu kejutan yang membuat hati kami hangat :’)
Teteh pelayannya sangat ramah, bahkan menanyakan kondisi Rhea yang sedang sakit serta merekomendasikan menu yang bisa dinikmati oleh Rhea supaya lekas sembuh. Rasanya seperti di rumah sendiri🙂

Akhirnya Rhea memesan nasi dan sup, Alpi memesan bandeng presto, serta saya memesan nasi ayam asam manis. Ayamnya disini bisa dipilih, mau ayam seperti dada paha sayap atau ayam fillet (Dan tentu saja saya pilih fillet). Penyajian di warung ini lumayan klasik, untuk teh hangat disajikan dalam gelas enamel, sedangkan makanan khas Sunda di piring anyaman bambu beralas daun pisang. Makanan lain disajikan di piring melamin. Untuk saus semuanya disajikan terpisah. Pelayanannya pun cukup cepat, sekitar 10 menit makanan sudah terhidang.

Untuk rasa, bandeng prestonya rasanya pas, supnya enak, dan ayamnya biasa saja. Poin plus dari warung ini tetap pada pelayanannya. Saat makanan disajikan, pelayannya menanyakan apakah rasa makanannya cukup atau ada yang kurang. Selain itu, untuk Rhea yang sedang sakit, pelayannya menawarkan untuk menambah merica pada supnya agar stamina Rhea bertambah. Kalau kata teman-teman saya yang cowok, pelayannya nih tipe istri idaman.

Setelah setengah jam menunggu, akhirnya teman-teman NebengersBandungRunners tiba di Bale Pare. Katanya sih kelamaan lari karena kelamaan foto-foto😀 Mereka pun memesan menu makanan seperti bandeng presto yang kemudian dibagi rame-rame. Puas ngobrol, dan memang sudah waktunya Warung Boncell tutup, maka kami kembali ke Bandung dengan hati hangat :’)

Oiya, nama pelayannya itu Teh Eka #JustInfo

Kesini lagi? Mungkin. Kalau misalnya teman-teman ngajakin main ke Kota Baru Parahyangan lagi.

====

WARUNG BONCELL

Kawasan Bale Pare, Kota Baru Parahyangan

Jam buka : 09.00 – 22.00

Range harga : di bawah Rp 50.000,- untuk setiap menu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s