Review : Mengurus Mutasi Kendaraan Bermotor

Disclaimer : Cerita ini terjadi bulan Januari 2016. Perubahan harga dan prosedur berlaku, menyesuaikan dengan lokasi pembaca. Info lebih detail silakan tanya Samsat terdekat.

Sebagai warga negara yang sedikit baik, si bapak mengamanahkan agar motor bekas yang umurnya lebih dari 20 tahun itu supaya diurus STNK-nya. Harga motornya sih gak seberapa, tapi kalau ditangkap polisi itu lumayan bikin malu.

Kenapa perpanjang STNK urusannya jadi balik nama? Jadi, ceritanya, kalau mau perpanjang STNK itu butuh KTP asli dari orang yang namanya tercantum di STNK. Nah, masalahnya, kan si bapak beli motor bekas dari pihak kedua, dan pihak pertama pemilik motor sebelumnya cuma ninggalin fotokopi KTP doang. Makanya si pak polisinya nyuruh balik nama aja sekalian.

Nah, prosedur balik nama yang akan saya tuliskan merupakan balik nama di kawasan Polda Metro Jaya, tepatnya Jakarta Timur vs Tangerang Selatan

HARI 1.
Langkah pertama adalah ke Samsat asal dari kendaraan bermotor, dalam cerita ini merupakan Samsat Jakarta Timur. Tempatnya bisa di-googling aja, pokoknya patokannya tuh halte busway Kebon Nanas. Ada papannya yang lumayan gede juga kok. Dari halte busway kira-kira lima menit jalan kaki kalau jalannya lama banget.

Pas sampai di samsat, langsung masuk di area cek fisik buat gosok nomor rangka dan mesin. Karena kondisinya motor si bapak ga bisa dibawa ke samsat karena jauh banget, maka saya pake lembar cek fisik bantuan (yang sampai sekarang saya ga tau gimana cara dapatnya). Setelah cek fisik, langsung ke fotokopian terdekat, fotokopi KTP, STNK, BPKB. Petugas fotokopinya udah tau kok, kalau bingung bilang aja mau fotokopi buat balik nama.

Setelah urusan fotokopi, lanjut ngantri buat legalisir di loket 2. Di sini kasih fotokopi KTP, STNK, BPKB, dan lembar cek fisik buat dilegalisir. Nah nanti petugasnya nanya tujuan legalisir bukti cek fisik, bilang aja balik nama dan sebutkan tujuannya sesuai domisili KTP kita. Di sini bayar Rp 40.000,- lalu tunggu dipanggil untuk dapat hasil legalisir. Nah nanti nama yang dipanggil tuh nama yang di STNK ya,bukan nama kita. Hahaha.

Setelah dapat hasil legalisir, baru masuk ke gedung samsat yang depan untuk ke loket mutasi. Nah gedung samsatnya agak tricky dalam perhitungan lantai, kalau di floor directionsnya bilangnya lantai dasar – 1 – 2 – 3 tapi petugasnya taunya lantai 1 – 2 – 3 – 4, biar gak bingung saya bilangnya lantai 1 -2 – 3 – 4 ya.

Untuk urus balik nama, kita diarahkan ke loket 5 di lantai 2, posisinya paling ujung dekat tangga. Petugasnya bakal minta paket legalisir cek fisik dan mengecek kelengkapan berkas serta menyerahkan formulir yang harus diisi. Karena ceritanya motor bekas itu belum dibayar pajaknya selama tiga tahun enam bulan, maka saya harus bayar pajaknya dulu. Sialnya saya mengurusnya di awal Januari, saat Sunset Policy berakhir, makanya diketawain petugasnya :)) Karena belum bayar pajaknya lebih dari setahun, maka saya harus ke loket khusus di lantai 3 buat penerbitan surat tagihan pajaknya. Di loket ini saya menyerahkan paket legalisir cek fisik tadi untuk diterbitkan surat tagihan pajaknya. Tunggu sebentar, lalu datanglah surat tagihan pajaknya. Kalau kasusnya kayak saya yang lebih sekian bulan, nanti tagihan pajak pada sesi ini dibulatkan setahun ke bawah, dan sisanya baru dibayar di sesi berikutnya, jadi jangan seneng dulu kalau tagihannya kurang. Kemudian gunakan tangga terdekat dari loket tadi untuk naik ke lantai 4 untuk bayar tunggakan pajak. Di lantai 4, langsung serahkan surat tagihan pajak ke loket Jasa Raharja untuk penerbitan lembar tagihan asuransi. Setelah lembar tagihan asuransinya diterbitkan, langsung serahkan surat tagihan pajak + tagihan asuransinya di loket Bank DKI. Tunggu sebentar hingga nama yang di STNK dipanggil. Kemudian kita lunasi pembayaran pajak dan ambil tanda terimanya. Setelah dapat tanda terima bayar bajak, kemudian kumpulkan paket legalisir cek fisik, tanda terima bayar pajak, kwitansi pembelian kendaraan bermotor yang bermeterai Rp 6000,- dan tanggalnya maksimum seminggu dari aplikasi, serta formulir yang sudah diisi ke loket 5 di lantai 2. Kalau misalnya kwitansinya bermasalah, kayak saya yang tanggalnya setahun sebelum aplikasi, bisa diganti kok, kata petugasnya tanggalnya seminggu sebelum aplikasi biar harga jual kendaraan nggak turun. Selain menyerahkan dokumen yang dibutuhkan, di loket ini bayar Rp 150.000,-
Petugas akan memberikan tanda terima yang menyatakan waktu permohonan balik nama kita selesai diproses. Standarnya sih maksimum 16 jam kerja dari pengajuan aplikasi, dengan 1 hari kerja itu 8 jam, maka maksimum 2 hari lah dari pengajuan aplikasi. Nah, kata bapaknya maksimum ngambilnya 3 hari kerja setelah tanggal yang ditulis.

Total pengeluaran hari 1 :
Legalisir cek fisik : Rp 40.000,-
Fotokopi : Rp 6.000,-
Bayar biaya mutasi : Rp 150.000,-
Total : Rp 196.000,- (belom termasuk bayar pajak dan transport)

Saran : Sebaiknya dalam kondisi sehat, karena capek juga jalan dari tempat cek fisik ke lantai 2 – 3 – 4 – 2. Mana tangganya curam, lagi. Saya malah saking kecapekannya malah nyasar beberapa kali😦

HARI 2.
Pagi-pagi ke Samsat Jakarta Timur, langsung ke loket 5 di lantai 2 untuk menyerahkan tanda terima aplikasi balik nama. Kemudian petugas akan mengarahkan kita ke loket fiskal. Dari loket fiskal, kita diberi surat tagihan buat bayar kekurangan pajak yang belum dibayar. Kemudian balik lagi ke loket Jasa Raharja untuk penerbitan tagihan asuransi (formalitas aja kok, isinya kalau nggak salah sih cuma bayar fee 3000 rupiah), lalu menyerahkan surat tagihan + tagihan asuransi buat bayar kekurangan pajak. Setelah mendapat bukti pelunasan, kembali ke loket 5 di lantai 2, ambil berkasnya, tanda tangan di buku tamu dan dadah dadah sama petugasnya  lanjut ke loket fiskal. Di loket fiskal, serahkan berkas dari loket 5 untuk diterbitkan surat fiskal. Di bagian ini, akhirnya nama yang dipanggil adalah nama kita. Setelah dapat surat fiskal, langsung ke bagian arsip di lantai 1 belakang (ada tulisannya) untuk ambil arsip surat kendaraan.

Karena selesai jam 11 pagi, langsung jalan ke Samsat Tangerang Selatan. Untuk Samsat Tangerang Selatan, ada dua pilihan, yang di Ciputat (Jalan RE Martadinata, dekat komplek polisi) atau di Serpong (sebelah Disdukcapil Tangerang Selatan, dekat Sinarmas World Academy). Saya pilihnya yang Ciputat, soalnya gampangan ke situ dan berdasarkan pengalaman bapak saya, antriannya JAUH LEBIH PENDEK dari di Serpong. Dan ternyata beneran sih. (ga dibayar sama petugasnya)

Di Samsat Ciputat, langkah pertama adalah legalisir cek fisik lagi (tapi gak bayar sih). Kemudian, setelah nanya sama petugasnya, saya diarahkan untuk fotokopi berkas di fotokopian belakang, bilang aja buat balik nama, nanti petugasnya akan meminta berkas yang dibutuhkan untuk difotokopi. Setelah fotokopi selesai, langsung ke lantai 1 buat ambil map dan formulir. Isi formulir sebisanya (yang diisi yang ada keterangannya di KTP kita, nomor telepon kita, dan yang ada di STNK aja, kalau ga ada keterangannya nggak usah) kemudian masukkan berkas + formulir + BPKB lama ke dalam map yang disediakan. Map tersebut kemudian diserahkan ke loket 2.2 di lantai 2. Sambil menyerahkan map, tunjukkan KTP kita, tunggu sebentar dan kita akan menerima bukti pengambilan STNK dan BPKB. Kemarin sih nunggu 10 menitan lah. Kalau berdasarkan pengumuman, di Samsat Ciputat waktu proses aplikasi maksimum 8 jam, dan di Samsat Serpong maksimum 16 jam. Jadi bapak saya gak bohong kalau dibilang lebih cepet ngurus di Ciputat. Kata petugasnya, acara bayar STNK-nya nanti aja pas pengambilan STNK, dan estimasi biaya STNK bisa ditanyakan di loket RC di sebelah loket 2.1, supaya tahu kalau balik lagi bawa uang berapa :)) Ngambil STNK-nya juga terserah asal nggak lupa aja.

Total pengeluaran hari 2 :
Legalisir cek fisik : Rp 0,-
Fotokopi : Rp 6.000,-
Total : Rp 6.000,- (belom termasuk bayar pajak dan transport)

HARI 3.
Setelah dapet cuti dari pak bos, akhirnya bisa balik buat ngambil STNK😀 Dengan membawa uang cash secukupnya, tanda terima, dan BPKB, saya balik lagi ke Samsat Ciputat. Langsung masuk, serahkan tanda terima ke loket 2.2, dan tunggu dipanggil sama kasir. Beda, ya, sama di Samsat sebelumnya, jadi di sini elderly friendly dan gak bikin pegel. Hahaha. Cuma nunggu dipanggil kasirnya agak lamaan, karena nunggu kuota jumlah orang yang mengurus balik nama dipenuhi dulu baru diproses. Di sini baru bayar pajaknya, langsung diserahkan bukti tanda terima, dan tinggal tunggu STNK diserahkan. Saat ambil STNK, nanti petugasnya menjelaskan untuk ambil plat kendaraan baru dan pengurusan BPKB. Katanya sih pengurusan BPKB bisa kolektif, biayanya 230ribu, waktunya antara 2-3 minggu. Terus ditakut-takutin kalau ngurus langsung biayanya 210 ribu. Tapi karena saya anaknya rada mager ke Ciputat, mending ngurus sendiri aja.

Setelah dapat STNK, langkah pertama adalah ambil plat di lantai 1. Kumpulkan lembar STNK yang warna kuning, lalu tunggu dipanggil. Setelah dapat plat, langsung ke bagian arsip di sebelah tempat ambil plat, bilang mau pinjam berkas buat fotokopi untuk keperluan urus BPKB ke Komdak. Tunjukkan lembar STNK yang biru, kemudian petugas akan menyerahkan berkas yang diperlukan. Balik lagi ke fotokopian, fotokopi berkas yang dipinjamkan bagian arsip + STNK, kemudian kembalikan berkas yang dipinjam ke bagian arsip.

Langkah selanjutnya adalah urus BPKB ke Komdak alias Polda Metro Jaya. Nah, pintu masuk Kondak ada dua, kalau pake kendaraan pribadi, ojek, atau taksi, masuknya dari pintu Jalan Gatot Subroto (yang gapuranya gede). Kalau pake transjakarta kayak saya, bisa juga turun di halte Polda, terus masuk dari pintu pejalan kaki yang nyelip di samping jembatan penyeberangan. Jalannya rada jauh, tapi lebih mendingan daripada Jembatan Penyeberangan Semanggi. Nah di sini langsung ke gedung Ditlantas (yang warna biru). Sebelum masuk, kita antri untuk cek kelengkapan berkas seperti set fotokopian berkas + BPKB + KTP. Kalau berkas dirasa lengkap oleh petugas, nanti akan diberi struk nomor antrian. Langkah selanjutnya adalah antri formulir di sebelah kiri bagian informasi. Karena itungannya mutasi, maka saya diberikan formulir tulis tangan. Setelah dapat formulir, langsung bayar biaya BPKB di BRI yang terletak di ujung gedung. Biaya urus BPKB dalam rangka mutasi adalah … Rp 80.000,- untuk kendaraan roda dua dan Rp 100.000,- untuk kendaraan roda empat. Untung ngurus sendiri. Hahaha. Sambil menunggu antrian dipanggil, bisa digunakan untuk isi formulir. Ketika antrian dipanggil, langsung serahkan berkas + bukti bayar, lalu petugas akan memberikan tanda terima yang menyatakan BPKB selesai 1 minggu kalender dari tanggal pengajuan aplikasi. Berarti gw dikerjain orang Samsat ._. Tapi ngambilnya boleh telat, yang penting inget. Hahaha. Pas ngambil BPKB nanti, yang dibawa adalah fotokopi STNK dan fotokopi KTP yang ngambil. Sampai sekarang (waktu penulisan post ini) BPKB-nya belom diambil. Jadi aja belom.

Total pengeluaran hari 3 :
Fotokopi : Rp 2.000,-
Biaya urus BPKB : Rp 80.000,-
Total : Rp 82.000,- (belom termasuk bayar pajak dan transport)

Nanti pas ambil BPKB akan saya ceritakan lagi ~

Jadi, setelah dihitung-hitung, total biaya urus mutasi balik nama adalah
Rp 196.000,- + Rp 6.000,- + Rp 82.000,- = Rp 284.000,- belom termasuk pajak dan transport.
Bila ditotal, biaya beli motornnya si bapak + biaya urus mutasi + tunggakan pajak dll MASIH LEBIH MURAH dari harga pasaran motornya. Si bapak hepi, sekeluarga hepi karena ga rugi. HAHAHA

Di save dulu lah, kali aja disuruh ngurus mutasi lagi.

Hope it helps!

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s