earlier is sometimes better. happy 23!

I’m not a person that taboo-ing to congratulate someone’s birthday before his or her birthday, although some people in Indonesia taboo-ing that.

at least, for me, this year most of my birthday wishes are coming earlier than it should.

starts from greetings from pals at Postcrossing,

then an earlier birthday dinner with my ex-partner-in-crime a week before my birthday,

and a surprise cake from my landlady and housemates.

sometimes it is OK to come earlier, tee-hee.

hope for a prosperity year and permanent job this year. AMEN!

(at least, today, one of my birthday wishes is granted. today is raining. YAY!)

Advertisements

Some things about Myanmar

Last month, I was having my first overseas business trip to Yangon, Myanmar (later we called it as MTrip). In my opinion, Myanmar is a mysterious country, because the information that you gathered on Internet is not as same as reality and also with the knowledge from the embassy.

*switch to Bahasa Indonesia*

Buat bangsa Indonesia, Myanmar merupakan salah satu negara yang bisa dikunjungi buat backpackingan seru! Percaya nggak, di luar penginapan dan tiket pesawat, saya cuma mengeluarkan biaya 40 USD untuk 4 hari, atau setara dengan Rp 600.000,- (kurs 1 USD = 12k rupiah), dan 50% nya buat oleh-oleh kayak postcard, kaos, dll. Itu aja udah bikin koper penuh. Jadi, buat yang pengen wisata buat nambah pengalaman aja, bisa murah banget ~

Langsung aja ya, ini beberapa bocoran kalau misalnya pengen ke Myanmar (info per September 2014, bisa aja ganti)

1. Ibukota Myanmar namanya Naypyidaw (CMIIW), bukan Yangon. Baru pindahan beberapa waktu lalu.

2. Khusus Warga Negara Indonesia, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Filipina, KE MYANMAR BEBAS VISA. Artinya cukup bawa paspor tanpa harus apply visa ke kedutaan. Asal cuma tinggal di sana kurang dari 14 hari. Info ini valid dari petugas kedutaan, dan buktinya saya sendiri lolos meja imigrasi sana.

3. Gak ada penerbangan langsung ke Myanmar. Harus transit Singapura, KL, atau Thailand. Silakan pilih yang termurah sesuai skyscanner.com. Jangan lupa pas pesan tiket pesawat untuk mencantumkan opsi halal food/muslim food untuk yang berpantang, jika penerbangannya menyediakan makanan.

4. Untuk soal hotel, saya kurang tahu karena dipesankan sponsor. Tapi, berdasarkan info yang beredar, hotel-hotel bintang 3 ke atas harga kamar per malam sekitar 60 – 90 USD, dan sudah dilengkapi sarapan pagi. Kalau untuk hostel saya kurang tahu, karena dikasihnya hotel.

5. Mata uang Myanmar, kyat (dibaca : chat) hanya bisa ditukarkan di money changer di Myanmar. Dari Indonesia sebaiknya bawa USD yang mulus tak bercacat, kalau bisa ada pecahan-pecahan kecilnya biar ngga ribet.

6. Konvensi di Myanmar : 1 USD = 1000 kyat, tapi di money changer biasanya harganya beda, 1 USD antara 800 – 950 kyat, tergantung nominal USD yang ditukarkan dan keberuntungan. Saran saya, kalau misalnya datang berkelompok, barengan aja nukerin ke kyat pake lembaran 100 USD, bedanya per 1 USD bisa 50 kyat. Kan lumayan 😀
PS : nuker di bandara sama bank lokal sama aja.

Oiya, pada beberapa daerah turistik, bayarnya pake USD, seperti kalau mau masuk ke Shwedagon Pagoda. Makanya bawa nominal USD yang kecilan (seperti 1 USD) dan lembarannya bagus, supaya bisa bayar pake uang pas. Berdasarkan pengalaman, kalau bayar pake nominal gedean, suka dikasih kembalian pake lembaran yg bulukan, dan mereka ngga mau nerima USD yang bulukan.

Sama, tukarkanlah USD dengan kyat secukupnya, kecuali mau menjadikan lembaran kyat sebagai kenang-kenangan ketika tiba di Tanah Air.

7. Tempat wisata yang terkenal : Yangon, Bagan, Mandalay. Tapi saya baru ke Yangon aja. Sila googling tentang ketiga tempat tersebut.

8. Untuk para penggemar sarung dan sendal jepit, saya sarankan agar kedua benda tersebut dijadikan benda wajib selama di Myanmar, karena semua orang pake sarung dan sendal, mulai dari kuli bangunan sampai pejabat negara. Oiya, sarung mereka namanya longyi (atau longji). Bahannya lebih kaku dari sarung yang biasa dipake ke mesjid.

Kalau mau ngasih kenang-kenangan ke warga lokal, sebaiknya sarung khas Indonesia, karena pasti kepake. Apalagi kalau ngasihnya sarung batik.

9. Soal makanan dan minuman, harganya relatif sama dengan di Indonesia, tapi wine dan beer jauh lebih murah karena di Myanmar ada kebun penghasil anggur dan gandum. Selama di sana saya puas nge-wine agar alergi tidak kumat.
Sebagai contoh:

  • harga mi instan cup sekitar 300 kyat atau sekitar 4000 rupiah.
  • bir satu kaleng sekitar 900 kyat atau sekitar 10000 rupiah

di hotel tempat saya menginap, harga bir dan wine sama dengan harga jus.

10. Untuk teman-teman muslim, soal makanan halal saya kurang tahu, tapi setahu saya sudah ada beberapa muslim restaurant di Myanmar, seperti di dekat Shwedagon Pagoda. Namun, kata dosen saya yang muslim, sebaiknya kalau mau makan di resto coba cek dulu apakah mereka menyediakan menu bab*ik atau tidak, atau lebih baik pilih opsi vegetarian saja (di Myanmar banyak vegetarian food juga). Jika terlalu waswas, beberapa makanan instan di minimarket Myanmar sudah mencantumkan opsi halal, bahkan sebagian diimpor dari Indonesia dengan bungkus yang umum kita lihat 🙂

11. Kalau misalnya mau naik taksi, sebaiknya minta tolong orang lokal untuk menawar tarif taksinya, agar tidak kena tipu. Taksinya nggak pake argo soalnya. Biasanya tarif orang lokal sama orang asing beda antara 500 – 1000 kyat.

12. Banyak nanya sama orang lokal, terutama yang bisa bahasa Inggris, terutama kalau mau pergi kemana-mana. Minta tolong dituliskan alamat yang akan dituju dengan bahasa Myanmar, biar nggak nyasar dan diputar-putar.

13. Butuh peta gratis? Bisa diambil di Tourist Center di Bandara. Bahkan kadang di hotel tersedia juga atlas kota yang bisa dipinjam.

14. Anda butuh kartupos? Bisa dicari di Yangon Central Post Office, Bogyoke Market, atau di Airport. Kalau pengirimannya bisa ke Yangon Central Post Office atau di Airport Post Office, cuma waktu terimanya cukup bertaruh sih. Bisa nyampe atau enggak.

Biaya kirim ke luar negeri dari Myanmar : 500 kyat pake perangko, 1000 kyat buat registered mail.

15. Suka nawar kalau belanja? Silakan gunakan skill ini saat beli oleh-oleh. Barang-barang bisa ditawar harganya, bahkan bisa diskon kalau belinya banyakan.

16. Yang terkenal dari Myanmar adalah kerajinan batu jade sama pagodanya, jadi, kalau mau cari suvenir, ya sekitar tema itu lah. Kata yang suka sama perhiasan, kalung sama gelang batu jadenya bagus dan murah 🙂 Bisa lah dijadikan opsi oleh-oleh.

Kalau gantungan kunci sama gelang umumnya harganya 1 USD, boleh ditawar kak kalau beli banyakan.

17. Sebagian besar bangsa Indonesia, terutama suku tertentu, mukanya mirip dengan warga Myanmar lokal. Contohnya, saya. Bahkan beberapa kali saya diajak ngomong pake bahasa Myanmar karena disangka orang lokal.

*kejadian ini juga terjadi di Thailand*

Sebaiknya kemiripan ini jangan digunakan untuk beberapa keuntungan sesaat, seperti masuk ke taman hiburan. Beberapa taman hiburan memungut tarif masuk hanya bagi warga asing, warga lokal gratis, ya, jadi jangan nyamar ya :p

Sementara itu dulu ya, semoga membantu kalau ada rencana pengen ke Myanmar, kali aja ada rejeki dan tentunya promo tiket 😀

Review : Picco Pasta

Saya suka makanan yang asin gurih tapi ga terlalu berlemak dan gak bikin eneg. Saya juga suka dengan pasta, apalagi yang dipanggang. Maka, ketika ada promosi pasta enak murah bakal saya kejar!

Saya tahu Picco Pasta pas tiba-tiba ada iklannya di timeline akun twitter saya. Kebetulan lokasinya deket daerah saya, di daerah Dipatiukur sana dan dari review di timelinenya, harga ga mahal-mahal amat dan servis memuaskan. Yasudah mari kita coba.

Pas ke sana, emang tempatnya kecil nyempil, tapi suasananya enak kok. Mbak dan masnya sigap serta ramah. Kalau beruntung, bisa lesehan di mezzanine-nya. Suasananya emang kayak di rumah, jadi nyaman banget. Kursinya juga empuk :9 Buat yang merokok, ada smoking area juga. Oiya, kalau beruntung, bisa dapet colokan. Asik!

Langsung aja masuk ke makanannya. Sejauh ini, saya udah nyobain keempat rasa pasta panggangnya (terniat sepanjang sejarah review makanan, target nyobain semua menu di javan steak aja belom kesampean sampe sekarang), dan yang saya rekomendasikan adalah Picco Classic (pasta panggang dengan saus bolognaise) dan Picco Spicy (pasta panggang dengan spicy tuna). Sayang sekali, kalau urusan pasta dengan saus krim, sepertinya masih belum menemukan proporsi yang pas, karena saya cenderung eneg 😦 Oiya, walaupun porsinya gede (lebih besar dari lasagna dan pasta panggang pijahat) tapi saya biasanya pesen dua porsi, maklum, pasti pas makan disini selalu belom makan siang.

Kalau soal minuman, biasanya saya pesan air mineral. Tapi pernah juga nyicipin minuman spesial mereka (lupa namanya, pokoknya sejenis virgin mojito dengan berbagai macam rasa) yang rasanya seger banget. Gelasnya juga lucu kak!

Kesini lagi? Pasti!

=====

PICCO PASTA

Jalan Dipatiukur (depan Nasi Goreng Mafia)

Jam buka : 12.00 – 21.00

Tutup setiap hari Kamis

Range harga : di bawah Rp 20.000,- untuk setiap menu

 

Review : Registrasi a.k.a Buat PO BOX di Bandung Raya

Ceritanya, karena rumah saya mau pindahan (lagi) ke middle-of-nowhere (literally) maka nyokap nyuruh bikin PO BOX supaya kalau orang mau ngirim tagihan, e.g. membership S*EG atau S*PE dan postcrossing gampangan dikit dan pasti ga basah (mestinya sih) 

yowes, dengan ditemani Mbak Hani, temen aku dari postcrossing, jadilah kami ke KP Bandung Asia Afrika, Mbak Hani mau ngirim postcard dan aku mau bikin PO BOX. Lagian udah jam 2 juga, KP deket kocan juga udah tutup (dan emang tadinya udah bimbang antara Asia Afrika atau Dago karena masalah waktunya)

Puji Tuhan banget bareng sama Mbak Hani, jadinya ngurus PO BOX lancar ihiy!

Langsung aja, berikut cara ngurus PO BOX di Bandung Raya, per Juli 2014 :
1. Lapor ke kamar PO BOX, bilang buat perorangan, kalau ditanya alasannya, biasanya untuk sahabat pena atau surat-suratan atau kirim2 kartupos. Hal ini biasa ditanya karena ada dua jenis tarif sewa PO BOX, yaitu perorangan atau perusahaan, biasanya perusahaan itu buat naruh lamaran kerja dan tarifnya 1.5 kali perorangan, makanya wajar aja bapaknya nanya.
2. Bawa fotokopi KTP sesuai kota yang merupakan lokasi kantor posnya. Kalau kita perantau, bawa fotokopi ktp kita dan temen yang domisilinya sesuai kantor posnya
Misalnya aku bikin PO BOX di Bandung tapi KTP-ku bukan Bandung, maka aku bawa fotokopi KTP aku dan temanku yang KTP-nya Bandung. Inilah kenapa bersyukur banget ditemenin Mbak Hani, karena KTP-nya Cimahi Raya. Tapi gatau kalau di tempat lain gimana, apakah diperbolehkan atau engga. Kalau di Bandung sih boleh. Mending tanya ke petugasnya daripada ngotot-ngototan, karena peraturannya memang KTP sesuai kota tempat kantor pos.
3. Isi formulir. Di kolom nama, tulis nama pemohon, kolom alamat tulis alamat kita, dan di kolom nomor telepon tulis nomor telepon kita. Kalau misalnya kita pake KTP temen, alamatnya pake alamat temen yang dipinjem KTP-nya. Pastikan temen anda bener-bener mempercayai anda dalam urusan peminjaman identitas ini.
4. Pilih nomor cantik a.k.a alamat kodeposnya. Pastikan lokasinya sesuai fengshui dan mudah dijangkau oleh badan. Biasanya petugasnya bakal merekomendasikan beberapa nomor, tapi kalau ga sreg minta daftar nomor yang kosong aja terus pilih nomornya dari situ. Kalau mau minta nomor customized juga bisa, tapi harganya mahal. Mending pakai yang ada aja. Toh banyak yang kosong juga.
5. Bayar ke bapaknya, lalu tunggu diberi slip pembayaran dan alamat PO BOX kita.
6. Kalau di Bandung Asia Afrika, langsung disuruh bapaknya untuk tunggu pemasangan kunci loker PO BOX kita, sekitar 15 menitan, lalu kunci pun diberikan, dicek lancar apa enggaknya, dan akhirnya PO BOX bisa dipakai Kalau di tempat lain gatau juga apakah disuruh tunggu apa engga, kalau dari hasil browsing sih bisa tunggu sampai 3-7 hari baru ambil kunci.

Harganya berapa? (per Juli 2014)
Kalau perorangan Rp 84.000,- per tahun (nomor PO BOX biasa), tapi gatau juga di tempat lain
Untuk nomor PO BOX customized (kayak yang buat undian2 itu), harganya Rp 100.000,- per bulan, tapi gatau juga kebijakan di tempat lain
Biaya pasang kunci Rp 30.000,- kata bapaknya kuncinya standar internasional dan bentuk lubang kuncinya emang kayak kotak pos arr*egui yang dijual di a*ce hardware. Biaya ini dibayar pas registrasi pertama aja atau pas kuncinya ilang.

Bisa dibuat dimana sih PO BOX?
Kata bapaknya, PO BOX bisa dibuat di kantor pos yang kepemilikan gedungnya merupakan milik PT Pos Indonesia, biasa ditandai dengan posisi kantor pos yang di satu kavling sendiri atau bentuk kantor posnya seperti rumah berhalaman. Kalau di Bandung, banyak kok yang nyediain PO BOX, gak harus ke Asia Afrika, bisa ke Cipaganti, Dago, Lembang, atau beberapa kantor pos yang bentuknya rumah. Jadi kalau yang bentuknya kios pos atau di ruko2 gitu biasanya ga ada PO BOX-nya ~ Gampangnya, biasanya PO BOX ditemukan di Kantor Pos Besar di kota/kecamatan.

Begitulah kira-kira ~ Jika ada kesamaan dengan posting di KPI, memang yang nulis sama kok, aku juga hihihi ~
Jangan lupa main ke alamat pos baruku yaa~

Review : Bakso (atau Bakwan) Malang di kota Bandung

Beberapa hari yang lalu, saya pengen banget makan bakso malang (di Bandung Raya bilangnya bakso, kalau di Malang bilangnya bakwan, bakso di bandung = penthol di malang). Kali ini pengennya yang agak authentic rasanya, gak kayak bakso malang kw 99 yang biasanya lewat kocan jam 12 siang (walaupun enak juga sih). Yaudah deh saya hunting bakso malang biar hati gembira (terus besoknya makan buah seharian) ~

Syarat bakso malang enak buat saya :

  • Kuahnya ga berasa mecin banget
  • Kuahnya berasa kaldu sapi, garam, dan bawang putihnya dengan proporsi yang pas
  • Siomaynya ga berasa aci, sebaiknya berasa dagingnya, kayak pangsit rebus enak (saya memang sangat suka pangsit rebus siomay rebus dan segala bentuk kulit tepung tipis diisi adonan daging dan dikukus atau direbus, bukan digoreng)
  • Basonya ga terlalu kenyal dan ga berasa kayak tepung direbus
  • BONUS : Kalau bisa saos tomatnya saos tomat jawa timuran yang rasanya tomat banget dan manis banget. awas aja kalau sambelnya pedes. Oiya kalau misalnya ada bihun yang kekenyalannya mirip konyaku, tambah nilai plusnya

Empat dari lima syarat di atas terpenuhi, maka itu merupakan kebahagiaan untuk saya ~

FYI, semua bakso malang yang saya review harganya relatif sama (sekitar Rp 5.000,- untuk setiap buah bakso urat besar, untuk item yang lain pasti harganya sekitar atau di bawah itu. Bakso malang umumnya dihitung per pcs item, sesuai yang mau kita makan aja). Kalau minuman saya gak ngereview, biasanya bawa air mineral botol sendiri.

Semua kunjungan dilakukan saat lapar berat dan katanya kalau lapar semua berasa enak, jadi mestinya waktu itu indera perasa saya nggak korslet.

Langsung aja yaa review bakso malang yang udah pernah saya cobain di Bandung ~

1. Bakso Malang Bom Jalan Maulana Yusuf No 4 Bandung

Kenapa ditaruh di nomor 1? Karena baso ini merupakan baso malang pertama yang saya cobain di Bandung Raya. 

Lokasinya sederetan sama GKI Maulana Yusuf, tapi lebih ke arah Total Buah. Patokannya itu kliniknya dr Kelly.

Tempat ini memenuhi 4 dari 5 kriteria saya di atas, siomay rebusnya enak, baksonya juga. Sayangnya saosnya pake saos botolan khas mamang-mamang bakso Bandung, jadi kurang berasa deh buat saya.

Suasananya emang relatif sepi sih dari yang lain, tapi percayalah, rasanya enak kok 😀 Saya aja kalau lagi main ke dukomsel pasti nyempetin kesini buat makan.

Kalau dari faktor tempat, Bakso Malang Bom yang paling homey dari yang lain.

=====

2. Bakso Kota Cak Man cabang Foodcourt BIP Bandung

Kenapa nyobain yang ini? Karena waktu ngumpul bareng temen-temen N*A*V 2009 yang lalu, ada yang mesen makanan di sini dan saya jatuh cinta sama saosnya yang warnanya otentik banget sama saos tomat jawa timuran. Cetek banget emang.

 Yaudah pada kesempatan selanjutnya, saya nyobain makan di sini, demi si saos tomat. Seperti biasa, pesan bakso dan siomay rebus. Pelayanan cukup cepat, dan bumbu tambahan yang disediakan banyak, kayak cuka garam sambal kecap dan saostomat :’)

Langsung saja kita review saos tomatnya. Enak :”) Serasa balik ke masa kecil dimana dulu setahun sekali liburan ke Batu Malang pas summer (nama acara disamarkan) dimana bakso malang gerobakan udah enak banget pake bihun kayak konyaku dan saya sempet bela-belain bungkus saosnya doang, literally. jadi kangen bakwan mentawai batu deh, sama gado-gado bo*plo gerobakan kw1 harganya (karena ngga sampe 5000 rupiah padahal bumbunya kayak boplo, namanya juga gerobakan -_- ) yang ada di batu. abaikan ngelanturnya.

Kembali ke review, selain saos tomatnya yang emang enak menurut saya, siomaynya  sama baksonya juga enak. sayang ukurannya kecil. tempatnya juga nyempil di tengah foodcourt.

=====

3. Bakso Malang Mandeep cabang Jalan Purnawarman (depan XL Purnawarman, di pojokan setelah belokan ke BEC)

Sejujurnya, saya belom pernah ke Mandeep pusat. Tapi karena waktu itu saya salah naik angkot, makanya makannya disini.

Kalau Bakso Mandeep emang udah terkenal di Bandung Raya, katanya sih enak, jadi saya iseng aja nyobain di sini. Waktu terakhir ke sini rada maleman, masih rame banget ngantrinya, tapi pas juga dateng waktu mereka lagi restock.

Pertama makan kesini, langung aja cobain siomay rebusnya sama baso, jangan lupa pake kuah. Sayangnya waktu itu mie sama bihunnya lagi habis padahal laper :(( Jujur saja, setelah masuk mulut, saya jatuh cinta sama siomaynya. Enaak kayak dimsum ~ Jadi nyesel ngambilnya kurang  dan gengsi untuk ngambil lagi 😦 Kuahnya juga enak, baksonya lembut ~

Sama seperti Bakso Bom, sayangnya pake saos mamang-mamang baso Bandung.

=====

4. Baso Malang Enggal, cabang Jalan Pasteur Bandung (dekat flyover Pasupati)

Iseng nyobain ke sini karena hampir semua orang merekomendasikan kesini, katanya sih enak, dan reviewnya juga oke. yaudah demi semangkok baso jadinya saya ke sana, tapi ke cabangnya yang di pasteur, kata review orang-orang sih rasanya sama aja, dan tempatnya lebih enak.

baru masuk ke tempatnya, ajegile ramenyoo ~ sayangnya saya lagi sial, di depan saya ibu-ibu yang bolak balik di antrian jadi yang lain lama ngunggu gara-gara dia 😦

yaudah, lagsung ambil bakso dan siomay, kali ini pake kresol gara gara laper mata. kalau soal preparation, bakso enggal lebih sigap, buktinya disediakan mangkok piring kecil dan plastik buat bungkus ~

pelayanan dari masnya terlalu sigap malahan, saya belom bayar dia udah siap. setelah dapet meja, marilah kita makan ~ anehnya kuah basonya cenderung plain di mulut saya, beda dengan baso-baso lain yang rasa kaldu sapinya berasa tanpa ditambah apa-apa. untunglah baso dan siomaynya enak. mungkin selera orang beda-beda kali ya.

lokasinya cukup gede dan nyaman kalau buat diajak rame-rame, kayaknya emang segmennya buat keluarga banget.

sama seperti yang lain, saosnya kayak saos mamang-mamang baso bandung

=====

 

demikian review saya tentang baso malang di bandung. sesungguhnya saya tidak dibayar untuk menulis posting ini, malahan saya yang bayar ke mereka untuk beli semangkok baso

demikian ~

Review : Roemah Enak-Enak, Bandung

Awal mula saya ke sini karena temen saya yang kerja di sini ngajakin buat makan di sini. Udah rada lama sih, dari Januari awal, tapi baru kesampean sekarang. Sekalian ramean sama temen-temen, mumpung ada acara sejenis arisan disini.

Kesan pertama, tempatnya enak, kayak d-cost sukajadi, tapo lebih homey. Di temboknya dipasangin komik-komik jaman kuda yang di-frame dan ornamen-ornamen jaman dulu. Bahkan wadah wastafelnya itu bukan dari keramik, tapi dari baskom kaleng yang biasa dipake tukang pecel di pasar buat naruh stok sayur, dan kayaknya dulu almarhum nenek saya sempet punya. 

Setelah cek-cek ombak di website terdekat, saya menjatuhkan pesanan pada Galantin Solo dan Red Temptation. Kalau mau mesen menu-menu parasmanan ala-ala Ampera juga bisa, makanannya dipajang di pintu depan, tinggal tunjuk lalu diantar ke meja. FYI, makanannya menggoda banget lho ~ Presentasi yang paling bikin liur meleleh, kalau dibandingkan dengan Warung Misbar dan Ampera. Pelayanannya juga cukup cepat, walaupun pada mesen makanan yang harus dibikin dulu dadakan.

Galantin Solo tuh sejenis bistik, mirip sama selat solo, cuma bedanya di saus, kalau galantin agak asam sedangkan selat sausnya manis (CMIIW).

Red Temptation tuh sejenis virgin mojito di sini, isinya semangka, jeli, potongan melon, nanas, stroberi, dan markisa. Ada sedikit rasa mint juga terasa di sini. Airnya pake soda. Manisnya pas, kalau menurut saya, sayangnya tadi lupa minta buat less ice seperti biasa.

Oiya, makanan yang saya pesan kali ini merupakan andalannya Roemah Enak-Enak lho, hahaha 😀

Setelah dicicipi, Red Temptation-nya enak, dan merupakan /temptation/ juga buat teman-teman saya, jadi pada rebutan nyicip 😀 Galantinnya juga enak, apalagi bistiknya, NYAEWM :9 . Sayangnya sayurnya semuanya agak asam dan kentangnya kurang empuk 😦

Pas kami mau balik, pelayannya sempet nanyain tentang rasa makananya. Yaudah saya cerita soal sayurnya, dan mereka terbuka terhadap kritik ~ Managernya juga ramah hihihi.

Overall, puas lah makan di Roemah Enak-Enak. Mungkin lain kali ke sana buat nyobain lauk lainnya, seperti perkedel kentang dan rawon :9

 

====

ROEMAH ENAK-ENAK

Jalan Cihapit No. 33 Bandung

(sebelah Bank Saudara, sederetan Bober Riau)

Jam buka : 07.30 – 22.00

Range harga : di bawah Rp 50.000,- untuk setiap menu

Review : Toko Roti Abadi, Bandung

Awal mulanya, saya ada janji sama temen di B*EC jam 5 sore, tapi harus ngurus kartu NPWP saya yang udah tiga minggu nggak sampai ke kocan (ternyata, kata petugasnya, lagi ada kerusakan sistem di pjk yang menyebabkan suka ada satu kata pada bagian alamat yang hilang, jadi, sebagai permintaan maaf, saya dicetakkan kartu baru, terima kasih Ditjen Pajak! Pelayanan super prima!) . Selesai urusan jam 3.30 sore, yaudah saya jalan kaki ke Toko Roti Abadi, ga jauh ini kok. Sebenarnya ke toko roti ini udah direncanakan kalau mau jalan ke arah BEC, mumpung deket, dan penasaran aja sama review di berbagai web yang bilang kalau bagelennya enak *cetek*.

Dari kantor pajak, gak jauh lah kalau jalan kaki. Lima menit nyampe. Kalau diperhatikan, tokonya agak berseberangan dengan pintu masuk Holiday Inn di Jalan Purnawarman. Tokonya sih gak terlalu mencolok, kayak rumah-rumah jadul dengan papan nama yang cukup besar di depannya. Kiosnya juga cukup kecil, masih gedean kios Roti Gempol.

Pas ke sana, suasana cukup sepi. Maklum, saya datengnya pas weekdays, sore-sore lagi. Karena penasaran, saya langsung cari bagelen-nya, dan pilihannya banyak banget, mulai dari basah atau kering, jenis mentega, dan rasanya. Oiya, buat yang tau kalau bagelen itu roti kering, seperti saya, harap dimengerti bahwa di toko ini, istilah bagelen merujuk pada roti manis. Bedanya bagelen basah (warmbollen) dan kering itu di bentuknya, kalau bagelen basah kayak roti biasa isi krim dan bagelen kering itu roti kering. Gitu.

Selain bagelen yang jadi jualan utama, toko ini juga jualan roti tawar, cookies jadul serta kue-kue jadul. Ada juga cookies diet untuk yang membatasi konsumsi lemak dan gula. Nama cookiesnya juga jadul, seperti kattetongen (lidah kucing), kaastengels, schuimpjes, dan lain-lain. Emang namanya jadul, tapi kalau udah liat, itu kue-kue yang biasa keluar pas ada acara-acara di rumah hahaha 😀 Saya sempet beli kue susnya buat cemilan, lumayan enak kok, dan ukurannya gede.

Kalau cek di bungkusnya, dijelaskan bahwa kue dan roti produksi toko ini menggunakan ragi alami. Pas dimakan bagelennya, emang berasa bedanya dibanding dengan kue yang pake ragi modern. Wanginya beda, kalau yang pake ragi alami berasa wanginya seperti buah yang manis dan rotinya dimakan tanpa krim aja berasa manis 🙂 Mungkin cerita Madre yang sudah difilmkan itu terinspirasi dari sini, ya?

Ke sini lagi? Mungkin. Mau coba bagelen keringnya. Sama mau beli buat orang rumah sebagai oleh-oleh 🙂

====

Toko Roti Abadi

Jalan Purnawarman No 49 Bandung

(belakang Holiday Inn Bandung)

Jam buka : 07.00 – 17.00

Range harga : di bawah Rp 50.000,- (ga merhatiin banget detailnya)